Masuk Bali Wajib Tes Swab, AP I Prediksi Jumlah Penumpang Pesawat Akan Tergerus

Kompas.com - 16/12/2020, 16:38 WIB
Penumpang keluar dari area terminal kedatangan domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai pada Kamis (06/02/2020) SYIFA NURI KHAIRUNNISAPenumpang keluar dari area terminal kedatangan domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai pada Kamis (06/02/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi menilai kebijakan wisatawan yang masuk ke Bali menggunakan jalur udara, wajib menunjukkan hasil negatif Covid-19 berbasis tes PCR, akan mempengaruhi jumlah penumpang pesawat.

Ketentuan ini diatur dalam Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 2021 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali. Surat tersebut ditandatangani oleh Gubernur Bali Wayan Koster pada 15 Desember 2020.

“Pada prinsipnya kita sudah siap untuk mengakomodir apa kebijakan dari pemerintah. Memang ini saya kira akan berpengaruh terhadap tingkat penumpang yang nanti akan memanfaatkan angkutan udara,” ujar Faik dalam konferensi pers virtual, Rabu (16/12/2020).

Baca juga: November, Jumlah Penumpang di 15 Bandara Kelolaan AP I Naik 29,1 Persen

Namun, lanjut Faik, pihaknya masih menunggu arahan lebih jelas terkait peraturan tersebut. Pasalnya, hingga kini pihaknya belum menerima aturan turunan yang jelas terkait hal tersebut dari pemerintah pusat maupun dari Kementerian Perhubungan.

“Nah ini yang secara khusus telah dikeluarkan Gubernur Bali, namun secara nasional kita masih menunggu,” kata dia.

Sebelum aturan itu dikeluarkan, kata Faik, pihaknya sudah memprediksi angka penumpang di bandara yang dikelola AP I saat libur Natal dan Tahun Baru 2021 ini akan lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Jadi kalau dibandingkan tahun lalu itu 45 persen lebih rendah dari tahun lalu,” ungkapnya.

Sebelumnya, mulai 18 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021, Bali akan menerapkan peraturan baru bagi Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang akan memasuki wilayah Bali melalui jalur udara.

Baca juga: AP I Beberkan Progres Pembangunan Sejumlah Bandara yang Tengah Dibangun

Aturannya adalah siapa saja yang masuk ke Bali menggunakan jalur udara, wajib menunjukkan hasil negatif Covid-19 berbasis tes PCR.

Sementara, bagi mereka yang melakukan perjalanan melalui jalur darat dan laut diharuskan menunjukan hasil negatif rapid test antigen.

Ketentuan ini diatur dalam Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 2021 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali.

Surat tersebut ditandatangani oleh Gubernur Bali Wayan Koster pada 15 Desember 2020.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X