Jadi Kunci Ekonomi Syariah, ini Tantangan Pengembangan Fintech Syariah

Kompas.com - 16/12/2020, 18:06 WIB
Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira  di Jakarta, Kamis (21/11/2019). KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMAPeneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira di Jakarta, Kamis (21/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah berencana mengandalkan financial technology atau fintech sebagai kunci pengembangan ekonomi syariah nasional. Namun, hal tersebut diproyeksi akan menghadapi berbagai tantangan.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, peluang untuk meningkatkan fintech syariah masih sangat besar. Pasalnya, porsi dari pembiayaan atau pendanaan fintech syariah masih jauh lebih kecil dibanding fintech konvensional.

"Tapi itu bagus. Berarti peluangnya ke depan masih besar," katanya dalam sebuah diskusi virtual, Rabu (16/12/2020).

Baca juga: Fintech Syariah Jadi Kunci Pengembangan Ekonomi Syariah

Akan tetapi, dalam pengembangan ekosistem fintech syariah tersebut, akan menghadapi berbagai tantangan yang perlu dilewati.

Misal saja, terkait aksebilitas pendanaan fintech yang masih terpusat di Pulau Jawa. Ini mempersulit masyarakat di luar Pulau Jawa untuk mendapatkan pendanaan dari fintech, baik bersifat p2p lending atau crowdfunding.

"Dari data OJK, hanya 14 persen dari total pinjaman ke luar Pulau Jawa," ujar Bhima.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian, Bhima juga menyoroti masih rendahnya pembiayaan fintech yang bersifat produktif. Sebagian besar debitur melakukan pinjaman bersifat konsumtif, sehingga fintech lebih tertarik untuk memfasilitasi hal tersebut.

Oleh karenanya, para pelaku industri halal dinilai perlu untuk meningkatkan kualitas credit score-nya, sehingga fintech memiliki keinginan menambah porsi pinjaman produktif.

"Model-model ini yang akan menjadi rencana ke depan," ucapnya.

Baca juga: Awali Legal Merger, 3 Bank Syariah BUMN Tandatangani Akta Penggabungan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kerjasama Smesco Indonesia dan Kimia Farma Bukukan Penjualan Produk UMKM Rp 3 Miliar

Kerjasama Smesco Indonesia dan Kimia Farma Bukukan Penjualan Produk UMKM Rp 3 Miliar

Rilis
Periode Libur Nataru, Ini Syarat Perjalanan Sopir Angkutan Logistik

Periode Libur Nataru, Ini Syarat Perjalanan Sopir Angkutan Logistik

Whats New
Kementan Pastikan Ketersediaan Pangan Aman Saat Nataru

Kementan Pastikan Ketersediaan Pangan Aman Saat Nataru

Whats New
Widodo Makmur Perkasa Tetapkan Harga IPO Rp 160, Incar Dana Segar Rp 707,04 Miliar

Widodo Makmur Perkasa Tetapkan Harga IPO Rp 160, Incar Dana Segar Rp 707,04 Miliar

Rilis
Kementan Optimalkan Pasar Mitra Tani untuk Amankan Pasokan Bahan Pokok Jelang Natal dan Tahun Baru

Kementan Optimalkan Pasar Mitra Tani untuk Amankan Pasokan Bahan Pokok Jelang Natal dan Tahun Baru

Rilis
APLN Bayarkan Kupon Obligasi Global Senilai 300 Juta Dollar AS

APLN Bayarkan Kupon Obligasi Global Senilai 300 Juta Dollar AS

Rilis
Bangkitkan Jiwa Kreativitas Masyarakat Indonesia, Jenius Gelar Co.Creation Week 2021

Bangkitkan Jiwa Kreativitas Masyarakat Indonesia, Jenius Gelar Co.Creation Week 2021

BrandzView
Pemerintah Mau Berhenti Impor BBM pada 2027

Pemerintah Mau Berhenti Impor BBM pada 2027

Whats New
Lewat Fitur Ini, Mitra Bukalapak Bisa Jadi Agen Logistik SiCepat Ekspress hingga Grab

Lewat Fitur Ini, Mitra Bukalapak Bisa Jadi Agen Logistik SiCepat Ekspress hingga Grab

Whats New
Pemerintah Bakal Membuat Kodifikasi Produk Halal yang Diekspor, Ini Tujuannya

Pemerintah Bakal Membuat Kodifikasi Produk Halal yang Diekspor, Ini Tujuannya

Whats New
Program Industri Hijau Dinilai Mampu Menghemat Energi Rp 3,2 Triliun

Program Industri Hijau Dinilai Mampu Menghemat Energi Rp 3,2 Triliun

Whats New
Bisa Transfer Valas hingga 14 Mata Uang, Begini Kemudahan Transaksi Pakai Internet Banking bagi Pebisnis

Bisa Transfer Valas hingga 14 Mata Uang, Begini Kemudahan Transaksi Pakai Internet Banking bagi Pebisnis

BrandzView
Berantas Pinjol Ilegal, BPR Didorong Tingkatkan Kolaborasi dengan Fintech Lending

Berantas Pinjol Ilegal, BPR Didorong Tingkatkan Kolaborasi dengan Fintech Lending

Whats New
IHSG dan Rupiah Ditutup Melemah

IHSG dan Rupiah Ditutup Melemah

Whats New
Update Syarat Naik Kereta Api Periode Libur Nataru

Update Syarat Naik Kereta Api Periode Libur Nataru

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.