Jam Operasional Mal Dibatasi, Peritel Khawatir Pesta Diskon Akhir Tahun Tak Ramai

Kompas.com - 16/12/2020, 19:18 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengusaha di sektor ritel mengkhawatirkan rencana pengetatan pembatasan sosial berskla besar (PSBB) oleh pemerintah, khususnya di DKI Jakarta. Kebijakan itu dinilai akan mempengaruhi efektivitas festival diskon akhir tahun.

Seperti diketahui, Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) menyelenggarakan Hari Belanja Diskon Indonesia (HBDI) sepanjang 16-31 Desember 2020, festival diskon akhir tahun yang diharapkan meningkatkan penjualan di tengah pandemi.

"Memang kami sangat khawatir pengetatan, seperti tidak boleh dine ini atau pembatasan jam operasional. Bagaimana pun offline sangat penting dalam penjualan, karena masih lebih besar dibandingkan penjualan secara digital," ujar Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah dalam koferensi pers virtual HBDI Desember 2020, Rabu (16/12/2020).

Baca juga: Ada Vaksin, Asosiasi Ritel Optimistis Bisa Pulih pada 2021

Menurutnya, gelaran diskon sangat berpengaruh pada peningkatan penjualan pelaku usaha di masa pandemi. Meski memang secara pendapatan belum bisa pulih seperti di masa normal atau sebelum pandemi.

Efek diskon setidaknya terlihat pada penyelenggaran HBDI pada Agustus 2020 lalu, di mana penjualan meningkat menjadi 80 persen dari masa normal. Padahal sebelumnya hanya mencapai 50 persen dari penjualan di masa normal.

Peningkatan penjualan yang signifikan bahkan terjadi peritel makanan dan minuman. Oleh sebab itu, diharapkan pada momentum HBDI di akhir tahun ini bisa kembali mengerek penjualan peritel setidaknya menjadi 80 persen dari masa normal.

"HBDI itu bisa menaikkan penjualan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Jadi memang menggerakkan ekonomi dengan diskon itu efektif," kata Budihardjo.

Baca juga: HBDI, Mulai Besok Ada Flashsale sampai Diskon 75 Persen di Mal dan Marketplace

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar mal yang berada di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) hanya beroperasi maksimal pukul 19.00. Lalu untuk daerah lainnya maksimal sampai pukul 20.00.

“Saya juga minta Pak Gubernur (DKI Jakarta Anies Baswedan) untuk membatasi jumlah orang berkumpul di tempat makan, mall, dan tempat hiburan,” ujar Luhut dalam keterangan resminya, Selasa (15/12/2020).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X