AP I Prediksi Penumpang Natal dan Tahun Baru 2021 Anjlok 45 Persen

Kompas.com - 16/12/2020, 19:37 WIB
Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi di Jakarta, Jumat (6/3/2020). Kompas.com/AKHDI MARTIN PRATAMADirektur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi di Jakarta, Jumat (6/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi memprediksi jumlah penumpang pesawat di bandara yang dikelola perseroannya pada musim libur Natal dan Tahun Baru 2021 ini akan lebih rendah jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pada libur Natal dan Tahun Baru 2021 ini, AP I memprediksi jumlah penumpang di bandara yang dikelolanya hanya sebanyak 2,4 juta orang.

“Memang kita memproyeksikan akan jauh lebih rendah dari tahun lalu. Tahun lalu kan jumlah penumpangnya sekitar 4,6 juta, nah tahun ini kita proyeksikan sekitar 2,4 juta. Jadi kalau dibandingkan tahun lalu itu 45 persen lebih rendah dari tahun lalu,” ujar Faik dalam konferensi pers virtual, Rabu (16/12/2020).

Baca juga: Luhut Minta Anies Larang Kerumunan di Malam Tahun Baru

Namun, lanjut Faik, di periode libur kali ini sejumlah maskapai telah mengajukan permintaan untuk penambahan penerbangan.

“Berdasarkan request dari airlines saat ini ada permintaan extra flight sekitar 450 penerbangan di periode 18-4 Januari 2021. Namun ini sifatnya baru request. Realisasinya nanti akan melihat dari booking position di masing-masing airlines,” kata dia.

Berdasarkan hitung-hitungannya, kata Faik, penambahan 450 penerbangan itu bisa menambah kapasitas penumpang sebanyak 67.000. Dia pun berharap semua maskapai menggunakan penambahan penerbangan tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Tapi kalau kita lihat dari tahun-tahun sebelumnya biasanya realisasinya di bawah 50 persen. Nah ini juga tergantung kebijakan pemerintah apakah diterapkan dengan menggunakan PCR atau masih dimungkinkan menggunakan rapid test yang nanti kita tunggu hasilnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Operasi PT AP I, Wendo Asrul Rose menambahkan, dari permintaan 450 penerbangan tambahan itu mayoritas untuk rute Bali. Dari 450 permintaan extra flight tersebut 434 diantaranya untuk rute penerbangan menuju dan ke Bali.

Extra flight itu permintaannya besar namun realisasinya enggak besar. Kalau kondisi normalnya biasanya 20-25 persen yang mereka terbangin. Yang pasti mereka sudah well prepare kalau ada tambahan capacity mereka sudah siap,” tambah dia.

Baca juga: Pemerintah Larang Kerumunan dan Perayaan Tahun Baru di Tempat Umum

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.