Kementan Optimistis Proyek Food Estate Tahap Awal Rampung Akhir Desember

Kompas.com - 17/12/2020, 21:00 WIB
Lahan food estate Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRLahan food estate

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian (Kementan) optimistis proyek lumbung pangan atau food estate tahap awal seluas 30.000 hektar di Kalimantan Tengah (Kalteng), dapat rampung tepat waktu pada Desember 2020. Meskipun pengerjaan terkendala kontur lahan rawa yang labil.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, berharap akhir tahun proses penggarapan lahan bisa rampung. Sehingga pada awal tahun 2021, proses penanaman sudah bisa dilakukan.

"Progresnya cukup bagus dari tantangan alam yang ada. Ini lahan rawa, di mana kontur lahannya ada yang dalam dan sedang. Lahannya sangat dinamis, tidak seperti di Jawa, Sumatera atau Sulawesi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (17/12/2020).

Baca juga: Mendag Ajak Perancis Investasi di Industri Halal Indonesia

Ia pun meminta semua pihak terkait bisa meningkatkan kordinasi untuk bersama-sama menyukseskan program ketahanan pangan nasional tersebut. 

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy menjelaskan, target 30.000 hektar lahan food estate Kalteng terbagi dua wilayah yakni Kabupaten Kapuas seluas 20.000 hektar dan Kabupaten Pulau Pisau seluas 10.000 hektar.

"Sampai hari ini realisasinya sudah mencapai 18.800 hektar di Kapuas, masih ada 1.200 hektar yang belum selesai. Kemudian untuk di Pulau Pisau seluas 10.000 hektar sudah selesai semua," kata dia.

Sarwo melanjutkan, dari 1.200 lahan yang belum rampung di Kabupaten Kapuas seluruhnya berada di Dadahup. Menurutnya, selain labil, terdapat cekungan-cekungan yang cukup dalam pada lahan yang akan digarap menjadi food estate tersebut.

Baca juga: AP II Turunkan Tarif Layanan Tes Swab PCR dan Rapid Antigen

"Kalau ada traktor roda empat hanya mengunakan satu pasang roda apung itu amblas. Dua pasang amblas. Paling normal adalah tiga pasang. Sehingga, yang seharusnya 60 unit itu hanya digunakan 3 unit saja yang dipasang roda apung. Sisanya dalam proses pengambilan roda apung dari petani di lokasi-lokasi lain yang sudah selesai," papar Sarwo.

Dalam waktu dekat, kata dia, Kementan bakal memobilisasi sebanyak 20 unit traktor dari Kabupaten Pulau Pisang ke Dadahup. Sehingga diharapkan bisa memaksimalkan penggarapan dan rampung pada akhir tahun.

"Diharapkan akhir Desember, 10 hari ke depan dapat di selesaikan 100 persen. Kendalanya di sini lahan labil, tapi kita coba untuk mengatasi itu semua, sehingga nanti pada waktunya selesai," tutup Sarwo.

Baca juga: BKN: Perubahan Skema Gaji PNS Dilakukan secara Bertahap



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X