Kompas.com - 18/12/2020, 15:10 WIB
Ilustrasi ekspor dan impor. SHUTTERSTOCKIlustrasi ekspor dan impor.

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia telah menjalin berbagai kerja sama perdagangan bebas dengan beberapa negara. Teranyar ada Perjanjian Indonesia–Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA).

Sementara pada November lalu Indonesia baru menandatangani Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP), yang salah satu negara dalam kesepakatan itu adalah Korea Selatan (Korsel).

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, kedua perjanjian tersebut berbeda. RCEP merupakan perjanjian multilateral dengan melibatkan 15 negara, sementara IK-CEPA perjanjian bilateral antara Indonesia dan Korsel.

Menurutnya, dari sisi perdagangan dengan Korsel, IK-CEPA lebih banyak memberi keuntungan dibandingkan dengan RCEP.

"IK-CEPA ini sangat menguntungkan. (Eliminasi pos) tarif-tarif yang dalam RCEP, (di IK CEPA) ada penambahan. Jadi ada yang tidak termasuk dalam RCEP," ujar Agus dalam dalam konferensi pers penandatanganan IK-CEPA, Jumat (18/12/2020).

Baca juga: Kisah 2 UMKM Bertahan di Tengah Pandemi, hingga Bisa Promosi Berbiaya Murah

Dalam RCEP, Korsel akan mengeliminasi hingga 88 persen pos tarif, sementara dalam IK-CEPA Negeri Gingseng itu akan mengeliminasi hingga 95,54 persen pos tarifnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Indonesia sendiri dalam RCEP akan mengeliminasi 91 persen pos tarif, sementara dalam perjanjian bilateral dengan Korsel akan mengeliminasi hingga 92,06 persen pos tarif.

"Dalam IK-CEPA yang sifatnya bilateral, tingkat kedalaman komitmennya itu berbeda," kata Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Iman Pambagyo dalam kesempatan yang sama.

Begitu pula dengan perdagangan jasa. Menurut Iman komitmen Indonesia dan Korsel jauh lebih baik secara bilateral.

"Karena ini kami pandang sebagai salah satu fasilitas yang diperlukan untuk mendorong investasi Korsel ke Indonesia yang sudah mulai terjadi, dan kami harapkan melalui IK-CEPA akan semakin meningkat investasi Korsel ke Indonesia," kata Iman.

IK-CEPA mencakup perdagangan barang yang meliputi elemen penurunan/penghapusan tarif, ketentuan asal barang, prosedur kepabeanan, fasilitasi perdagangan, dan trade remedies.

Baca juga: Terimbas Pandemi, Coca-cola Bakal PHK 2.200 Pegawai di Seluruh Dunia

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.