Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sebut 200.000 Wisatawan Domestik Ingin ke Bali, Luhut: Sekarang Kita Ketatkan Sedikit

Kompas.com - 18/12/2020, 16:11 WIB
Ade Miranti Karunia,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Jelang libur Hari Raya Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru), antusiasme masyarakat yang ingin berwisata ke Bali begitu tinggi, meski dalam kondisi pandemi virus corona (Covid-19).

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan, sebanyak 200.000 wisatawan domestik ingin berwisata ke Bali dengan masa kunjungan selama 10 hari.

"Mau ke Bali itu sekarang lebih dari 200.000 orang selama 10 hari," ujarnya di Toba, melalui rekaman yang diterima, Jumat (18/12/2020).

Baca juga: Luhut: Tesla Sampaikan Minat yang Kuat Berinvestasi di RI

Terkait hal itu, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 bersama dengan pemerintah daerah berupaya menekan agar tidak terjadi kembali tingginya angka kasus orang terinfeksi virus corona.

"Sekarang kita ketatin sedikit. Kalau enggak, nanti gimana. Bali naik lagi (angka kasus covid), sekarang sudah relatif lebih baik," katanya.

Lebih lanjut kata Luhut, tempat-tempat wisata Indonesia memang belum bisa menerima wisatawan asing. Pasalnya, jumlah wisatawan domestik saja mencapai 85 persen. Belum lagi ditambah dari wisatawan asing apabila dibuka secara keseluruhan.

Akibatnya, banyak wisatawan yang tidak akan terkontrol untuk mengikuti protokol kesehatan pencegahan covid. Justru pemerintah bersama tim Satgas Covid-19 dan pemda terus berupaya terlebih dahulu menekan angka kasus covid yang sempat melonjak saat pasca libur dan cuti bersama di akhir Oktober lalu.

"Kita masih gunakan wisata dalam negeri. Karena wisata dalam negeri kita itu hampir 85 persen kita kontrol semua. Sekarang kita lagi mau kurangin. Jangan terlalu cepat, kalau terlalu buka nanti enggak ada disiplin. Nanti kasusnya naik lagi. Ini yang harus dipahami," ujar dia.

Sebagai informasi, pada rakor pengendalian covid pada Senin (14/12/2020), Luhut meminta kepada gubernur DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali, mulai hari ini hingga 8 Januari tahun depan, diberlakukan pembatasan jam operasional aktivitas masyarakat.

Baca juga: Luhut Klaim Kanada Suntik Dana Rp 28 Triliun ke SWF Indonesia

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Limit Transfer BCA ke Sesama Rekening BCA dan Bank Lain Tahun 2024

Limit Transfer BCA ke Sesama Rekening BCA dan Bank Lain Tahun 2024

Spend Smart
Cara Beli Tiket Kapal Feri secara Online lewat Aplikasi dan Website

Cara Beli Tiket Kapal Feri secara Online lewat Aplikasi dan Website

Spend Smart
Info Tarif Parkir Inap dan Harian di Bandara Soekarno-Hatta Terbaru

Info Tarif Parkir Inap dan Harian di Bandara Soekarno-Hatta Terbaru

Spend Smart
Cara Mudah Bayar Iuran BPJS Ketenagakerjaan Pakai GoPay

Cara Mudah Bayar Iuran BPJS Ketenagakerjaan Pakai GoPay

Spend Smart
3,1 Juta Tiket Kereta Api Terjual pada Masa Angkutan Lebaran 2024, Ini Rute Favorit

3,1 Juta Tiket Kereta Api Terjual pada Masa Angkutan Lebaran 2024, Ini Rute Favorit

Whats New
3 Jalur Alternatif Arus Balik Lebaran di Jawa Barat

3 Jalur Alternatif Arus Balik Lebaran di Jawa Barat

Whats New
Menhub Targetkan Pembangunan Jalur Kereta Simpang Joglo Selesai September 2024

Menhub Targetkan Pembangunan Jalur Kereta Simpang Joglo Selesai September 2024

Whats New
Mata Uang Indonesia Diatur Secara Resmi oleh Pemerintah dalam Aturan?

Mata Uang Indonesia Diatur Secara Resmi oleh Pemerintah dalam Aturan?

Whats New
Cara Isi Saldo e-Toll BCA, BRI, BNI, dan Mandiri lewat HP

Cara Isi Saldo e-Toll BCA, BRI, BNI, dan Mandiri lewat HP

Spend Smart
Apa Mata Uang Singapura dan Berapa Nilai Tukarnya ke Rupiah?

Apa Mata Uang Singapura dan Berapa Nilai Tukarnya ke Rupiah?

Whats New
Jasa Marga Catat 471.000 Kendaraan Kembali ke Jabotabek pada Hari Puncak dan H+1 Lebaran

Jasa Marga Catat 471.000 Kendaraan Kembali ke Jabotabek pada Hari Puncak dan H+1 Lebaran

Whats New
Mengenal Mata Uang Myanmar dan Nilai Tukarnya ke Rupiah

Mengenal Mata Uang Myanmar dan Nilai Tukarnya ke Rupiah

Whats New
Jasa Marga Catatkan 16.000 Kendaraan Alami Saldo E-Toll Kurang Saat Arus Mudik

Jasa Marga Catatkan 16.000 Kendaraan Alami Saldo E-Toll Kurang Saat Arus Mudik

Whats New
H2+2 Lebaran, KAI Daop 1 Jakarta Catat Sebanyak 46.000 Lebih Penumpang Tiba di Jakarta

H2+2 Lebaran, KAI Daop 1 Jakarta Catat Sebanyak 46.000 Lebih Penumpang Tiba di Jakarta

Whats New
Ketentuan dan Cara Refund-Reschedule Tiket Damri

Ketentuan dan Cara Refund-Reschedule Tiket Damri

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com