Berkat Sepatu Berbahan Ceker Ayam, Nurman Bisa Raup Omzet Rp 150 Juta

Kompas.com - 20/12/2020, 11:11 WIB
Kreafitias Nurman Amirudin yang membuat book folding untuk kado perniakah atau ulang tahun dari novel bekas. instagramKreafitias Nurman Amirudin yang membuat book folding untuk kado perniakah atau ulang tahun dari novel bekas.

Sepatu berbahan dasar ceker ayam itu pun diterima dengan baik oleh pasar. Bahkan, banyak para pelanggannya yang menyukai karena ketahanan bahan baku yang membuat produknya lebih kokoh ketimbang dari produk lain.

Untuk lebih memperkenalkan produknya Nurma mengikuti berbagai pameran. Hal ini membuat produknya semakin dilirik oleh masyarakat. Tidak hanya lokal, mancanegara pun berminat dengan produk unik tersebut.

Produk Nurman pun menembus pasar ekspor mulai Malaysia, Singapura, Hong Kong, Brazil, Perancis, Inggris, hingga Turki.

"Alhamdullilah, banyak yang melirik. Apalagi dengan bantuan media internasional Reuters hingga Busines Insider, sangat berpengaruh pada omzet kami," jelasnya.

Mengenai omzet sendiri, dia mengaku, dalam sebulannya berhasil mendapatkan Rp 100 juta hingga Rp 150 juta, bahkan pernah suatu kali berhasil mendapat omzet Rp 200 juta.

Baca juga: Jual Cicin Buat Modal, Caca Kini Raup Omzet hingg Rp 50 Juta dari Bisnis Anyaman Purun

Namun sayangnya semenjak ada pandemi usahanya sempat tergoncang. Omzetnya pun tergerus hingga 40-60 persen.

Oleh sebab itu, mau tak mau, dia harus merumahkan 2 karyawannyanya sembari mencari strategi yang lain.

Untuk harga produknya sendiri dia membanderol dari harga Rp 490.000 hingga Rp 2,5 juta untuk pasar Indonesia. Sedangkan untuk pasar internasional Nurman mematok harga mulai dari Rp 6 juta hingga Rp 7 juta.

Ke depannya pun Nurman berencana membuka toko offline pertamanya di Kota Bandung. Dia juga akan menambah beberapa model sepatunya selain Balawan, Tafiaro, Jokka, dan Renjana.

Sejauh ini Nurman hanya memiliki toko online yang diekspos melalui media sosial seperti Instagram @hirka.official, website di linktr.ee/hirka.official dan beberapa platform e-commerce seperti Blibli, Tokopedia, dan Shopee.

"Sejauh ini kita punya galeri saja di Kota Bandung di jalan Moh.Toha, dan beberapa toko online tapi ke depan kami berencana mau buka toko offline di Bandung," ucap dia.

Baca juga: Daur Ulang Minyak Jelantah Jadi Biodiesel, Kelompok Masyarakat ini Raup Omzet Rp 2 Juta per Hari

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X