Berkat Sepatu Berbahan Ceker Ayam, Nurman Bisa Raup Omzet Rp 150 Juta

Kompas.com - 20/12/2020, 11:11 WIB
Kreafitias Nurman Amirudin yang membuat book folding untuk kado perniakah atau ulang tahun dari novel bekas. instagramKreafitias Nurman Amirudin yang membuat book folding untuk kado perniakah atau ulang tahun dari novel bekas.

JAKARTA, KOMPAS.com - Hingga saat ini sepatu menjadi salah satu kebutuhan fashion yang banyak dicari orang.  Bermacam bentuk dan jenisnya pun mulai hadir untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Berbagai kreativitas dan inovasi pun ditunjukkan oleh para pelaku usaha untuk menghadapi persaingan pasar. Salah satunya  sepatu yang berasal dari ceker ayam.

Adalah Nurman Farieka Ramdhani dengan mengusung bendera usaha Hirka Shoes, yang berinovasi untuk mengolah ceker ayam menjadi produk sepatu bernilai tinggi.

Kepada Kompas.com Nurman menceritakan asal muasal dia membuka usaha sepatu dengan bahan ceker ayam karena ingin mencari lebih banyak pelanggan dan tidak bisa disaingi oleh pihak lain.

Baca juga: Revolt Industry, Kisah 5 Sekawan Bisnis Kulit Sapi Beromzet Rp 700 Juta

Awalnya Nurman sempat memiliki usaha sepatu wanita yang terbuat dari kanvas. Hanya saja, persaingannya sangat ketat di segmen ini. Akhirnya dia berinisiatif mencari jalan lain dan mengubah produk yang ia jual.

"Usaha pertama itu jual sepatu kanvas yang flat shoes, slip on.  Tetapi problemnya pembeli tetap ada tapi pesaing yang justru meningkat. Jadi saya berpikir untuk membuat produk lain yang saingannya masih minim," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (19/12/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Beruntungnya, dia memiliki seorang ayah yang memiliki background dan hobi menyulap berbagai macam jenis barang, menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

Sang ayah dulu berkuliah di Politeknik Akademi Teknologi Kulit Yogyakarta. Ketika berkuliah seringkali mengembangkan kulit ceker ayam sebagai raw material. Berangkat dari itu dia pun berkeinginan untuk kembali berjualan sepatu dengan bahan baku ceker ayam.

Dengan dibantu oleh 9 karyawannya dan ayahnya, Nurman resmi membuka usaha sepatu Hirka Shoes pada tahun 2014.

"Sebelum kami rilis di tahun 2017, di tahun 2015 itu kami fokus ke riset. Lumayan lama memang, mulai dari riset material, riset produk hingga riset pasar dan alhamdullilah 2017 kami resmi launching," ungkapnya.

Sepatu berbahan dasar ceker ayam itu pun diterima dengan baik oleh pasar. Bahkan, banyak para pelanggannya yang menyukai karena ketahanan bahan baku yang membuat produknya lebih kokoh ketimbang dari produk lain.

Untuk lebih memperkenalkan produknya Nurma mengikuti berbagai pameran. Hal ini membuat produknya semakin dilirik oleh masyarakat. Tidak hanya lokal, mancanegara pun berminat dengan produk unik tersebut.

Produk Nurman pun menembus pasar ekspor mulai Malaysia, Singapura, Hong Kong, Brazil, Perancis, Inggris, hingga Turki.

"Alhamdullilah, banyak yang melirik. Apalagi dengan bantuan media internasional Reuters hingga Busines Insider, sangat berpengaruh pada omzet kami," jelasnya.

Mengenai omzet sendiri, dia mengaku, dalam sebulannya berhasil mendapatkan Rp 100 juta hingga Rp 150 juta, bahkan pernah suatu kali berhasil mendapat omzet Rp 200 juta.

Baca juga: Jual Cicin Buat Modal, Caca Kini Raup Omzet hingg Rp 50 Juta dari Bisnis Anyaman Purun

Namun sayangnya semenjak ada pandemi usahanya sempat tergoncang. Omzetnya pun tergerus hingga 40-60 persen.

Oleh sebab itu, mau tak mau, dia harus merumahkan 2 karyawannyanya sembari mencari strategi yang lain.

Untuk harga produknya sendiri dia membanderol dari harga Rp 490.000 hingga Rp 2,5 juta untuk pasar Indonesia. Sedangkan untuk pasar internasional Nurman mematok harga mulai dari Rp 6 juta hingga Rp 7 juta.

Ke depannya pun Nurman berencana membuka toko offline pertamanya di Kota Bandung. Dia juga akan menambah beberapa model sepatunya selain Balawan, Tafiaro, Jokka, dan Renjana.

Sejauh ini Nurman hanya memiliki toko online yang diekspos melalui media sosial seperti Instagram @hirka.official, website di linktr.ee/hirka.official dan beberapa platform e-commerce seperti Blibli, Tokopedia, dan Shopee.

"Sejauh ini kita punya galeri saja di Kota Bandung di jalan Moh.Toha, dan beberapa toko online tapi ke depan kami berencana mau buka toko offline di Bandung," ucap dia.

Baca juga: Daur Ulang Minyak Jelantah Jadi Biodiesel, Kelompok Masyarakat ini Raup Omzet Rp 2 Juta per Hari

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.