Bepergian dengan Pesawat Terbang yang Kian Ribet dan Menjengkelkan

Kompas.com - 21/12/2020, 14:01 WIB
Ilustrasi Penerbangan Internasional ShutterstockIlustrasi Penerbangan Internasional

KESULITAN besar yang sedang dihadapi oleh kita semua di tengah hiruk-pikuk Pandemi Covid-19 kelihatannya memerlukan pemikiran yang matang untuk dapat segera mengatasinya.

Penegakkan protokol kesehatan, pakai masker, jaga jarak dan sering cuci tangan setidaknya memang telah menjadi salah satu faktor penyebab utama.

Bagi penerbangan domestik sebuah dilema dihadapi pengambil keputusan dalam hal ingin tetap berputarnya roda ekonomi dan juga tetap menjaga penyebaran Covid-19 antardaerah. Demikian pula antara keinginan untuk segera memulihkan kembali sektor wisata (setidaknya wisatawan lokal) dengan tetap memperhatikan prosedur keluar masuk antar daerah.

Untuk diketahui bahwa Indonesia sebenarnya memiliki keuntungan dalam pengelolaan perhubungan udara karena pasar penerbangan domestik yang dimilikinya cukup besar. Dalam hal ini tidak terasa terganggu sama sekali dengan tertutupnya perhubungan udara antarnegara yang banyak terkendala dengan mekanisme lockdown.

Baca juga: Sejumlah Negara Stop Penerbangan ke Inggris, Kemenlu: Pemerintah Belum Buka Pintu bagi WNA

Petang tadi, anak teman saya baru saja mendarat di Bandra Soekarno Hatta dari Bali menggunakan pesawat terbang dan landing pada pukul 15.30 WIB. Sebagai tanggung jawab sosial untuk menjaga keamanan diri sendiri dan keluarga, dia bersama beberapa temannya menjalani tes PCR dan ternyata menunggu hasilnya butuh waktu selama 4 jam.

Artinya dia baru bisa meninggalkan Bandara Soekarno Hatta lebih kurang pada pukul 19.30 WIB. Tidak begitu jelas berapa jam yang dibutuhkan sebelum berangkat dari Bali untuk prosedur tambahan selama Covid-19 di bandara keberangkatan.

Namun minimal pasti akan berlangsung tidak kurang dari 2 jam. Dengan itu maka kesimpulan sementara yang dapat diperoleh adalah untuk perjalanan menggunakan pesawat terbang yang hanya berlangsung kurang dari 2 jam ( Bali ke Jakarta), maka orang memerlukan waktu ekstra tidak kurang dari 6 jam hanya untuk di bandara saja.

Sebuah realita yang menegaskan bahwa tidak mungkin perkembangan wisata lokal dalam hal ini dengan tujuan Bali akan dapat berlangsung seperti yang diharapkan. Sebuah iklan negatif bagi upaya memulihkan perhubungan udara domestik terutama di bidang pariwisata.

Perhubungan udara, bepergian menggunakan pesawat terbang yang sebelumnya dikenal sebagai moda angkutan yang paling aman, nyaman, dan cepat serta praktis kini tengah berada dalam kondisi parah.

Tidak hanya penerbangan dalam negeri, akan tetapi lebih parah lagi yang dialami pada rute penerbangan antarbangsa. Beberapa hari lalu beberapa negara yang sebelumnya sudah mulai melonggarkan jalur international flight ternyata mengumumkan lagi prosedur lockdown sehubungan dengan perkembangan buruk dari pandemi Covid-19 di negara masing-masing.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[TREN WISATA KOMPASIANA] Macau Bukan Sekadar Tempat Berjudi | Urban Tourism, Tren Global yang Jadi Peluang Lokal | 'Traveling' Hemat ke Jerman Selama Corona

[TREN WISATA KOMPASIANA] Macau Bukan Sekadar Tempat Berjudi | Urban Tourism, Tren Global yang Jadi Peluang Lokal | "Traveling" Hemat ke Jerman Selama Corona

Rilis
Selama Larangan Mudik, Trafik di Bandara Kelolaan AP I Hanya 66.096 Penumpang

Selama Larangan Mudik, Trafik di Bandara Kelolaan AP I Hanya 66.096 Penumpang

Whats New
Mengenalkan Huruf dan Angka kepada Anak Prasekolah | Ini Cara Mengetahui dan Mengasah Bakat Anak Sejak Dini | Menilai dan Merumuskan Definisi Variabel Penelitian

Mengenalkan Huruf dan Angka kepada Anak Prasekolah | Ini Cara Mengetahui dan Mengasah Bakat Anak Sejak Dini | Menilai dan Merumuskan Definisi Variabel Penelitian

Rilis
Mahalnya Iron Dome, Teknologi Israel Penghalau Roket Hamas

Mahalnya Iron Dome, Teknologi Israel Penghalau Roket Hamas

Whats New
Menaker Ida Harap Bulan Syawal Jadi Spirit Baru untuk Tingkatkan Kinerja Para Pegawai

Menaker Ida Harap Bulan Syawal Jadi Spirit Baru untuk Tingkatkan Kinerja Para Pegawai

Rilis
Antisipasi Kerugian Saat Gagal Panen, Mentan Minta Petani Ikut AUTP

Antisipasi Kerugian Saat Gagal Panen, Mentan Minta Petani Ikut AUTP

Rilis
PPKM Mikro Diperpanjang, Tempat Wisata di Zona Merah dan Oranye Harus Tutup

PPKM Mikro Diperpanjang, Tempat Wisata di Zona Merah dan Oranye Harus Tutup

Whats New
Mulai Besok, KRL Kembali Beroperasi hingga Pukul 22.00 WIB

Mulai Besok, KRL Kembali Beroperasi hingga Pukul 22.00 WIB

Whats New
Kartu ATM atau Kartu Kredit Hilang, Ini yang Harus Dilakukan

Kartu ATM atau Kartu Kredit Hilang, Ini yang Harus Dilakukan

Whats New
Larangan Mudik Berakhir, Simak Jadwal KRL Terbaru Mulai Besok

Larangan Mudik Berakhir, Simak Jadwal KRL Terbaru Mulai Besok

Whats New
Syarat Perjalanan Terbaru Setelah Larangan Mudik Berakhir

Syarat Perjalanan Terbaru Setelah Larangan Mudik Berakhir

Whats New
Rencana Kenaikan PPN Belum Dibahas Antar-Kementerian

Rencana Kenaikan PPN Belum Dibahas Antar-Kementerian

Whats New
Ini Syarat Naik Kereta Jarak Jauh Setelah Larangan Mudik Berakhir

Ini Syarat Naik Kereta Jarak Jauh Setelah Larangan Mudik Berakhir

Whats New
Telkom Nyatakan Kualitas Layanan Suara dan Data di Jayapura Sudah Meningkat

Telkom Nyatakan Kualitas Layanan Suara dan Data di Jayapura Sudah Meningkat

Rilis
Selama Larangan Mudik, KAI Layani 81.000 Penumpang Non-mudik

Selama Larangan Mudik, KAI Layani 81.000 Penumpang Non-mudik

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X