Joe Biden Diramal Bakal Meredam Ketidakpastian Global di Tahun 2021, Apa Untungnya?

Kompas.com - 21/12/2020, 18:17 WIB
Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Joe Biden, memperkenalkan tim kesehatan barunya di Delaware, AS, pada Selasa (8/12/2020). Reuters via BBC IndonesiaPresiden terpilih Amerika Serikat (AS), Joe Biden, memperkenalkan tim kesehatan barunya di Delaware, AS, pada Selasa (8/12/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com – Kemenangan Joe Biden yang menggantikan posisi presiden AS Donald Trump diramalkan akan mengurangi ketidakpastian global.

Hal ini berdampak pada ekonomi global di tahun 2021, pasca pandemi Covid-19.

Director & Chief Investment Officer, Fixed Income PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Ezra Nazula mengatakan, kebijakan dagang dengan konfrontasi menjadi ciri khas era kepemimpinan Presiden Trump, yang tidak direspon positif oleh pasar karena mencipatkan ketidakpastian dan meningkatnya volatilitas.

Baca juga: Biden Pilih Mantan Gubernur The Fed Janet Yellen Jadi Menkeu AS?

“Sementara itu Joe Biden diperkirakan akan mengambil pendekatan yang berbeda dengan Trump, dengan lebih melakukan pendekatan diplomatis dan kerja sama multilateral. Pendekatan ini diperkirakan akan mengurangi faktor ketidakpastian dan volatilitas di pasar, sehingga menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif, terutama bagi kawasan Asia,” kata Ezra melalui siaran pers, Senin (21/12/2020).

Selain itu, Ezra juga mengatakan, pasar akan mengapresiasi penunjukkan mantan Fed Chair Janet Yellen sebagai Menteri Keuangan.

Yellen dianggap dapat berkoordinasi baik dengan The Fed sehingga arah kebijakan fiskal dan moneter dapat lebih selaras dan efektif.

“Kondisi ini berbeda dengan era Trump di mana Menteri Keuangan Steven Mnuchin dalam beberapa kesempatan memiliki pandangan yang berbeda dengan The Fed. Presiden Trump juga beberapa kali mengeluarkan pernyataan yang berlawanan dengan The Fed yang menimbulkan ketidakpastian bagi pasar,” jelas dia.

Secara keseluruhan, cara kepemimpinan Trump yang tidak konvensional sering menyebabkan ketidakpastian dan volatilitas di pasar.

Baca juga: Kongres AS Akhirnya Sepakati Paket Stimulus Covid-19 Tambahan Senilai Rp 12.690 Triliun

Sementara itu, Joe Biden dianggap sebagai politisi yang lebih konvensional sehingga arah dan komunikasi kebijakan diperkirakan dapat lebih konsisten sehingga mengurangi ketidakpastian di pasar.

Tidak hanya terpilihnya Joe Biden saja yang merubah sentimen pasar, namun hasil pemilu kongres AS juga diperkirakan suportif bagi sentimen pasar.

Saat ini diperkirakan akan terjadi kondisi split congress, di mana partai Demokrat meraih mayoritas dalam House, sementara partai Republik mayoritas dalam Senate, yang akan menjadi skenario baik bagi pasar.

“Dengan kondisi split congress ini maka kebijakan fiskal Amerika diperkirakan tetap moderat dan tidak terlalu progresif. Dalam skenario ini maka defisit fiskal Amerika Serikat dapat lebih terjaga dan tingkat imbal hasil US Treasury dapat tetap pada level yang relatif rendah sehingga meningkatkan appetite untuk obligasi di negara berkembang,” jelas Ezra.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X