Jelang Akhir Tahun, Penerimaan Pajak Masih Kurang Rp 273,4 Triliun

Kompas.com - 22/12/2020, 08:35 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengikuti rapat kerja tentang Protokol Ketujuh Jasa Keuangan ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS) dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2020). Dilaksanakannya ratifikasi protokol ketujuh jasa keuangan AFAS maka pertumbuhan industri asuransi syariah Indonesia berpeluang untuk berkembang melalui peningkatan investasi dan persaingan serta memperluas akses pasar yang dikomitmenkan negara mitra ASEAN. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/wsj. ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARIMenteri Keuangan Sri Mulyani mengikuti rapat kerja tentang Protokol Ketujuh Jasa Keuangan ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS) dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2020). Dilaksanakannya ratifikasi protokol ketujuh jasa keuangan AFAS maka pertumbuhan industri asuransi syariah Indonesia berpeluang untuk berkembang melalui peningkatan investasi dan persaingan serta memperluas akses pasar yang dikomitmenkan negara mitra ASEAN. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/wsj.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Keuangan melaporkan, realisasi penerimaan pajak hingga November 2020 baru mencapai Rp 925,34 teriliun.

Bila dibandingkan dengan target pemerintah di dalam Perpres 72 tahun 2020 yang sebesar Rp 1.198,8 triliun, capaian tersebut baru mencapai 77,2 persen. Artinya, masih ada shortfall atau kekurangan penerimaan pajak sebesar Rp 273,46 triliun.

Adapun Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, penerimaan pajak tersebut merosot 18,6 persen dari realisasi periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 1.136,13 triliun.

"Kalau dilihat, kita akan tetap menjaga dan terus mempertahankan agar negatifnya tidak semakin dalam,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa, Senin (21/12/2020).

Baca juga: Ini Rincian Gaji PNS Pajak Beserta Tunjangan yang Diterimanya

Lebih rinci dijelaskan, untuk pajak penghasilan (PPh) migas realisasinya hingga akhir November mencapai Rp 29,2 triliun. Nilai tersebut merosot 44,8 persen bila dibandingkan realisasi November tahun lalu yang mencapai Rp 52,8 triliun.

Penerimaan pajak non migas pun merosot 17,3 persen tahun ini. Yakni dari Rp 1.083,3 triliun realisasi tahun lalu, kini hanya terkumpul Rp 896,2 triliun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sri Mulyani pun membagi kembali penjelasan realisasi menjadi lebih detil di dalam empat jenis setoran pajak non migas.

Untuk PPh non migas, realisasinya mencapai Rp 492,6 triliun atau 77 persen dari target Perpres 72. Jumlah tersebut turun 20 persen dari realisasi tahun lalu. Sementara untuk PPN realisasinya Rp 378,8 triliun atau terkontraksi 14,1 persen dari penerimaan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 441,2 triliun.

Sementara untuk pajak pertambahan nilai (PPN) telah terealisasi Rp 19,1 triliun. Nilai tersebut terkontraksi 6,4 persen dari periode yang sama tahun lalu, dan sisanya adalah pajak lainnya yang realisasinya terkontraksi 3,8 persen dibanding tahun lalu.

Baca juga: Ini Klarifikasi Ditjen Pajak soal Transaksi di Bursa Kena Bea Meterai Rp 10.000

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.