Menaker: Para Ibu adalah Tulang Rusuk yang Siap Jadi Tulang Punggung

Kompas.com - 22/12/2020, 12:40 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah memberikan sambutan dalam suatu acara yang dihelat secara virtual, Kamis (3/12/2020). Dokumentasi Humas Kementerian KetenagakerjaanMenteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah memberikan sambutan dalam suatu acara yang dihelat secara virtual, Kamis (3/12/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, menjadi ibu adalah pilihan pribadi sekaligus anugerah. Sebab, pilihan tersebut tidak menghalangi para ibu untuk tetap berkarya di dunia publik.

Dia menyatakan, perempuan yang meniti karir jangan dinilai sebagai ibu yang mengabaikan keluarganya. Karena para ibu menurutnya berhak mendapatkan kebebasan memilih.

"Mengurus keluarga adalah tanggung jawab. Namun, mengurus dunia di luar keluarga adalah pilihan. Bagaimana pun para ibu adalah tulang rusuk yang siap menjadi tulang punggung," katanya melalui tayangan video ucapan peringatan Hari Ibu, Selasa (22/12/2020).

Baca juga: Mau Sukses Jadi Motherpreneur? Begini Caranya

Oleh karena itu, sebagai pengabdi negara, dirinya memastikan bahwa angka kematian ibu menurun drastis serta menjamin mendapatkan akses pelayanan kesehatan dan gizi yang memadai.

"Sebagai Menteri Ketenagakerjaan saya ingin menghadirkan negara, membantu para ibu mendapat kesempatan menyusui anaknya di waktu kerja. Memastikan keamanannya saat ia bekerja hingga larut malam serta menjamin bahwa para ibu mendapatkan akses pelatihan untuk meningkatkan kualitas dirinya," ucapnya.

Ia pun mengajak kepada seluruh masyarakat agar menunjukkan rasa emansipasi terhadap para perempuan yang memutuskan untuk meniti karir.

"Saya Ida Fauziyah, mengajak seluruh masyarakat Indonesia mari bersama mencapai kesejahteraan dengan memberikan kesempatan yang setara bagi perempuan untuk berkarir dan berkarya. Karena sosok perempuan yang berkarya di manapun berada adalah sosok yang dapat diandalkan," ujar dia.

"Baik untuk diri sendiri, keluarga, lingkungan, masyarakat, organisasi, bahkan hingga bangsa dan negara. Perempuan berdaya, Indonesia maju," tambah Menaker.

Sebagai informasi, sejarah peringatan Hari Ibu bermula dari penyelenggaraan Kongres Perempuan Indonesia III pada 22-27 Juli 1938 di Bandung. Pada tanggal tersebut menjadi saat pertama kalinya Hari Ibu dicanangkan untuk diperingati setiap tanggal 22 Desember. Tujuannya, karena pada tanggal itu, bertepatan dengan diselenggarakannya Kongres Perempuan I pada 22 Desember 1928.

Baca juga: Menaker Nilai Pekerja Migran Indonesia Pahlawan Perekonomian Nasional



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X