Kompas.com - 22/12/2020, 15:55 WIB
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). IHSG dibuka pada 6.381,18 naik 22,56 poin dibandingkan penutupan perdagangan Jumat lalu. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). IHSG dibuka pada 6.381,18 naik 22,56 poin dibandingkan penutupan perdagangan Jumat lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah menyentuh level 6.146,65 di awal perdagangan pagi ini, Selasa (22/12/2020).

Kondisi ini semakin membaik usai IHSG sempat terpuruk di kisaran 4.000.

Bila ditelisik lebih jauh, tren bullish pergerakan IHSG terjadi saat aliran modal asing masih terus ke luar dari pasar keuangan Indonesia.

Baca juga: Awal Sesi, IHSG dan Rupiah Melemah

Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga 17 Desember 2020, aliran modal asing masih keluar sekitar Rp 140 triliun.

Head of Equity Research Mandiri Sekuritas, Adrian Joezer mengatakan, tren bullish IHSG dipengaruhi oleh dominasi investor domestik di pasar keuangan.

Dominasi investor tak lepas dari banjirnya likuiditas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika pada krisis keuangan tahun 2009 silam hanya bank sentral AS dan Eropa yang melakukan injeksi likuiditas, kini hampir seluruh bank sentral di dunia melakukan hal serupa, termasuk Bank Indonesia.

"Sebenarnya partisipasi domestik itu naik signifikan sekali. Jadi suatu hal yang sangat baik, akhirnya kita tidak bergantung sama asing lagi pasar saham Indonesia," kata Joezer dalam paparan virtual Proyeksi Ekonomi Bank Mandiri, Selasa (22/12/2020).

Baca juga: IHSG Bakal Terus Melaju? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Tercatat hingga 15 Desember 2020, BI telah menambah likuiditas (quantitative easing) di perbankan sekitar Rp 694,87 triliun, terutama bersumber dari penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) sekitar Rp 155 triliun dan ekspansi moneter sekitar Rp 524,07 triliun.

"Ini fenomena yang menarik. Banyak sekali negara melakukan quantitative easing, di mana suplai uang berlebih tapi real sector belum kemana-mana, tapi uangnya sudah berlimpah likuiditasnya," ucap Joezer.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.