Sempat Dikaitkan dengan Ekspor Benur, Penunjukan Trenggono Dinilai Berisiko

Kompas.com - 23/12/2020, 08:58 WIB
Sakti Wahyu Trenggono  memberikan keterangan di Kantor Kemenhan, Rabu (22/1/2020). KOMPAS.com/Dian Erika Sakti Wahyu Trenggono memberikan keterangan di Kantor Kemenhan, Rabu (22/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Joko Widodo menunjuk Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan menggantikan Edhy Prabowo.

Sebetulnya, Trenggono lebih banyak berkecimpung di dunia telekomunikasi, bukan kelautan dan perikanan.

Namun, saat menjadi pejabat di Kementerian Pertahanan (Kemenhan), namanya tercatut menjadi Komisaris Utama PT Agro Industri Nasional.

Baca juga: Jadi Menteri KP, Sakti Wahyu Trenggono Diminta Cabut Aturan Ekspor Benih Lobster

PT Agro Industri Nasional diketahui merupakan salah satu perusahaan yang mendapat izin ekspor benih lobster pada zaman Edhy Prabowo.

Berdasarkan laporan Tempo, PT Agro Industri Nasional dimiliki oleh Yayasan Kesejahteraan Pendidikan dan Perumahan Kementerian Pertahanan.

"Penunjukan Sakti Wahyu Trenggono sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan berisiko mengingat adanya dugaan beliau terlibat di dalam pusaran korupsi lobster yang terungkap belakangan ini," kata Peneliti Center of Maritime Studies for Humanity, Abdul Halim, kepada Kompas.com, Selasa (22/12/2020).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara), Susan Herawati, pun mengungkap kekecewaannya terhadap pilihan Presiden RI Joko Widodo.

Sebab, dari awal, pihaknya meminta Menteri KP tak dijabat oleh kalangan partai politik ataupun pengusaha untuk mencegah konflik kepentingan.

Baca juga: Jadi Menteri KKP Terpilih, Trenggono: Ini Bukan Amanat yang Mudah

Seharusnya Presiden lebih berhati-hati usai kasus suap ekspor benih lobster menimpa Edhy Prabowo.

"Menteri baru ini kecenderungannya hanya sekadar 'bagi-bagi kue'. Memastikan bagaimana orang yang terlibat dalam tim sukses bisa kebagian ruang," ucap Susan kepada Kompas.com.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X