Mentan Pastikan Pasokan Pangan Saat Natal dan Tahun Baru Aman

Kompas.com - 23/12/2020, 10:54 WIB
Suasana Pasar Koja Baru, Jakarta Utara, Senin (29/4/2019). Seminggu jelang bulan Ramadhan beberapa harga pangan mengalami kenaikan seperti bawang putih cutting, ayam potong, dan telur ayam negeri. Kompas.com / Tatang GuritnoSuasana Pasar Koja Baru, Jakarta Utara, Senin (29/4/2019). Seminggu jelang bulan Ramadhan beberapa harga pangan mengalami kenaikan seperti bawang putih cutting, ayam potong, dan telur ayam negeri.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memastikan ketersediaan bahan pokok untuk kebutuhan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru) dalam kondisi aman dan terkendali.

Khususnya terkait beras, ia mengatakan, Indonesia memiliki stok beras yang cukup dengan produksi yang masih berlangsung.

"Pangan dasar yang kita kendalikan itu ada 11 dan semuanya dalam kondisi aman. Jadi ada beras, jagung, gula pasir, daging dan kebutuhan pokok lainnya. Insyaallah, 11 komoditi ini aman sampai akhir tahun mendatang," ujar Syahrul dalam keterangan resminya, Rabu (23/12/2020).

Baca juga: Bank Dunia Soroti Ketahanan Pangan RI: Orang Miskin Masih Sulit Jangkau Makanan Bergizi

Berdasarkan data Kementan, perkiraan ketersediaan pangan pokok hingga akhir Desember 2020 masih tersedia dengan baik.

Beras surplus 6,5 juta ton, jagung surplus 1,5 juta ton, daging sapi surplus 131.000 ton, dan daging ayam 275.000 ton.

Menurut Syahrul, kecukupan 11 bahan pokok merupakan hasil kerja keras dari semua pihak, termasuk koordinasi satu data satu pintu dengan Perum Bulog dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) di bawah koordinasi langsung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Masalah ketahanan pangan adalah masalah yang paling dalam, paling kompleks, namun juga starategis. Karena itu saya tidak boleh salah prediksi atau salah mengolah data. Kita terus lakukan koordinasi antar kementerian dan lembaga. Kita punya mapping yang sama dengan menggunakan digital," jelas dia.

Syahrul mengatakan, selama ini Kementan rutin memantau semua perkembangan pasar dan ketersediaan pangan.

Baca juga: Diversikasi Pangan, Bulog Bikin Produk Beras Singkong

Terlebih soal ketersediaan beras sebagai kebutuhan utama masyarakat Indonesia.

"Makanya ini harus ter-mapping dan kita tidak boleh berbeda data dengan Bulog atau dengan kememterian lain," kata Syahrul.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.