Seminggu Lagi Berganti Tahun, Penerimaan Pajak 2020 Masih Kurang Rp 179,26 Triliun

Kompas.com - 23/12/2020, 18:32 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengikuti rapat kerja tentang Protokol Ketujuh Jasa Keuangan ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS) dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2020). Dilaksanakannya ratifikasi protokol ketujuh jasa keuangan AFAS maka pertumbuhan industri asuransi syariah Indonesia berpeluang untuk berkembang melalui peningkatan investasi dan persaingan serta memperluas akses pasar yang dikomitmenkan negara mitra ASEAN. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/wsj. ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARIMenteri Keuangan Sri Mulyani mengikuti rapat kerja tentang Protokol Ketujuh Jasa Keuangan ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS) dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2020). Dilaksanakannya ratifikasi protokol ketujuh jasa keuangan AFAS maka pertumbuhan industri asuransi syariah Indonesia berpeluang untuk berkembang melalui peningkatan investasi dan persaingan serta memperluas akses pasar yang dikomitmenkan negara mitra ASEAN. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/wsj.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melaporkan, hingga 23 Desember 2020 penerimaan pajak baru mencapai Rp 1.019,56 triliun. Jumlah tersebut baru 85,56 persen dari keseluruhan target penerimaan pajak yang ditetapkan dalam Perpres 72 tahun 2020 yang sebesar Rp 1.198,82 trilliun.

Artinya, dalam waktu seminggu sebelum tutup tahun anggaran, jumlah kekurangan setoran pajak Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan sebesar Rp 179,26 triliun.

"Saya juga minta jajaran DJP untuk terus mengumpulkan penerimaan pajak hingga akhir tahun," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual, Rabu (23/12/2020).

Baca juga: Jelang Akhir Tahun, Penerimaan Pajak Masih Kurang Rp 273,4 Triliun

Sri Mulyani menyebutkan, dari seluruh kantor pelayanan pajak (KPP) yang ada di Indonesia, sebanyak 55 KPP berhasil mencapai target pengumpulan pajak. Bahkan menurut dia, ada beberapa KPP yang bisa mencatatkan penerimaan lebih dari 100 persen.

"Kita tetap akan mendorong seluruh kantor-kantor wilayah dan KPP untuk bisa sedekat mungkin mencapai target meski kita tahu kondisi perekonomian tidak mudah," ujar dia.

Di sisi lain, pemerintah tahun ini juga mulai meminta perusahaan-perusahaan digital untuk memungut PPN sebesar 10 persen atas transaksi yang dilakukan di dalam negeri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut dia, hingga saat ini sudah ada 23 perusahaan yang menyetorkan pajak. Secara keseluruhan, jumlah nilai pajak yang disetorkan mencapai Rp 616 miliar.

"Dari 23 perusahaan digital yang sudah kumpulkan penerimaan pajak dengan nilai Rp 616 miliar. Ini belum semua, ada 5 yang lain dan kita kumpulkan sampai akhir tahun," kata dia.

Baca juga: Kemenhub Akan Perpanjang Subsidi Pajak Bandara hingga 2021

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.