Seminggu Lagi Berganti Tahun, Penerimaan Pajak 2020 Masih Kurang Rp 179,26 Triliun

Kompas.com - 23/12/2020, 18:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melaporkan, hingga 23 Desember 2020 penerimaan pajak baru mencapai Rp 1.019,56 triliun. Jumlah tersebut baru 85,56 persen dari keseluruhan target penerimaan pajak yang ditetapkan dalam Perpres 72 tahun 2020 yang sebesar Rp 1.198,82 trilliun.

Artinya, dalam waktu seminggu sebelum tutup tahun anggaran, jumlah kekurangan setoran pajak Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan sebesar Rp 179,26 triliun.

"Saya juga minta jajaran DJP untuk terus mengumpulkan penerimaan pajak hingga akhir tahun," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual, Rabu (23/12/2020).

Baca juga: Jelang Akhir Tahun, Penerimaan Pajak Masih Kurang Rp 273,4 Triliun

Sri Mulyani menyebutkan, dari seluruh kantor pelayanan pajak (KPP) yang ada di Indonesia, sebanyak 55 KPP berhasil mencapai target pengumpulan pajak. Bahkan menurut dia, ada beberapa KPP yang bisa mencatatkan penerimaan lebih dari 100 persen.

"Kita tetap akan mendorong seluruh kantor-kantor wilayah dan KPP untuk bisa sedekat mungkin mencapai target meski kita tahu kondisi perekonomian tidak mudah," ujar dia.

Di sisi lain, pemerintah tahun ini juga mulai meminta perusahaan-perusahaan digital untuk memungut PPN sebesar 10 persen atas transaksi yang dilakukan di dalam negeri.

Menurut dia, hingga saat ini sudah ada 23 perusahaan yang menyetorkan pajak. Secara keseluruhan, jumlah nilai pajak yang disetorkan mencapai Rp 616 miliar.

"Dari 23 perusahaan digital yang sudah kumpulkan penerimaan pajak dengan nilai Rp 616 miliar. Ini belum semua, ada 5 yang lain dan kita kumpulkan sampai akhir tahun," kata dia.

Baca juga: Kemenhub Akan Perpanjang Subsidi Pajak Bandara hingga 2021

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KOMPASIANIVAL 2022] Sekjen PP Perbasi: Indonesia Diapresiasi FIBA

[KOMPASIANIVAL 2022] Sekjen PP Perbasi: Indonesia Diapresiasi FIBA

Rilis
Menkop Teten Optimis Minyak Makan Merah Diluncurkan Januari 2023

Menkop Teten Optimis Minyak Makan Merah Diluncurkan Januari 2023

Whats New
Cara Beli Solar Subsidi Pakai QR Code MyPertamina

Cara Beli Solar Subsidi Pakai QR Code MyPertamina

Whats New
Lowongan Kerja Bank DKI untuk Lulusan D3-S1, Simak Persyaratannya

Lowongan Kerja Bank DKI untuk Lulusan D3-S1, Simak Persyaratannya

Work Smart
Berlaku di 11 Daerah, Beli Solar Subsidi Kini Wajib Pakai Qr Code MyPertamina

Berlaku di 11 Daerah, Beli Solar Subsidi Kini Wajib Pakai Qr Code MyPertamina

Whats New
Dituding Kerap Diatur oleh China, Luhut: Enggak Ada Sama Sekali Saya Mau Diatur

Dituding Kerap Diatur oleh China, Luhut: Enggak Ada Sama Sekali Saya Mau Diatur

Whats New
[Kompasianival 2022] Akmal Marhali: Kita Harus Sukseskan Bersama Piala Dunia U-20

[Kompasianival 2022] Akmal Marhali: Kita Harus Sukseskan Bersama Piala Dunia U-20

Rilis
Pencairan Berakhir 20 Desember, Simak Cara Cek Status Penerima BSU Lewat Kantor Pos di Aplikasi Pospay

Pencairan Berakhir 20 Desember, Simak Cara Cek Status Penerima BSU Lewat Kantor Pos di Aplikasi Pospay

Whats New
Buruh: Menko PMK Sebaiknya Tak Berkomentar Soal 'No Work No Pay'

Buruh: Menko PMK Sebaiknya Tak Berkomentar Soal "No Work No Pay"

Whats New
Cara Bayar PDAM lewat M-Banking dan ATM Mandiri

Cara Bayar PDAM lewat M-Banking dan ATM Mandiri

Spend Smart
PMI Manufaktur RI Makin Melambat, Tapi Pemerintah Yakin Permintaan Dalam Negeri Masih Kuat

PMI Manufaktur RI Makin Melambat, Tapi Pemerintah Yakin Permintaan Dalam Negeri Masih Kuat

Whats New
Peringatkan Pejabat yang Perlambat Urus Perizinan, Luhut: Masih Mau Jabatan Kau Lanjut atau Enggak?

Peringatkan Pejabat yang Perlambat Urus Perizinan, Luhut: Masih Mau Jabatan Kau Lanjut atau Enggak?

Whats New
Bangun Pabrik AC, Daikin Gelontorkan Dana Rp 3,3 Triliun

Bangun Pabrik AC, Daikin Gelontorkan Dana Rp 3,3 Triliun

Whats New
Beratnya Bisnis Kereta Cepat, di China Pun Merugi

Beratnya Bisnis Kereta Cepat, di China Pun Merugi

Whats New
Rencana Hapus KA Argo Parahyangan saat Kereta Cepat Beroperasi Masih Dibahas

Rencana Hapus KA Argo Parahyangan saat Kereta Cepat Beroperasi Masih Dibahas

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.