Kompas.com - 23/12/2020, 21:03 WIB
Ilustrasi rokok dan anak-anak. THINKSTOCKIlustrasi rokok dan anak-anak.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menargetkan penurunan prevalensi perokok dewasa tahun depan menjadi 32,4 persen. Sementara, di dalam RPJMN 2024, akan berupaya kembali menekan angka perokok hingga 8,7 persen.

Oleh karena itu, pemerintah memutuskan menaikkan cukai hasil tembakau (CHT) rata-rata 12,5 persen pada 2021.

Lantas apakah kenaikan harga rokok bisa menekan konsumsi rokok terutama perokok berusia dini?

Dari survei yang dilakukan Peneliti dari FEB Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, ternyata kenaikan tarif cukai rokok tahun depan tidak berpengaruh siginifikan terhadap konsumsi perokok. Khususnya perokok usia dini.

Baca juga: Ditjen Bea Cukai: Rokok Ilegal dari Tahun ke Tahun Berhasil Ditekan

Hal ini terlihat dari hasil survei mereka yang menunjukkan sekitar 47 persen masyarakat perokok usia dini berasal dari ekonomi kategori non-miskin. Dan 53 persen sisanya merupakan kondisi ekonomi berpendapatan rendah.

"Karena kenaikan harga rokok tidak serta-merta menurunkan prevalansi perokok usia dini karena ada faktor-faktor itu," ucap Peneliti Pusat Penelitian Kebijakan Ekonomi FEB Universitas Brawijaya Imanina Eka Dalilah, melalui webinar virtual, Rabu (23/12/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari hasil survei menunjukkan, 57 persen anak perokok usia dini tetap memilih tidak beralih pembelian produk rokoknya.

Artinya, para perokok tersebut tetap loyal dengan produk rokok yang selama ini dikonsumsi. Sedangkan 43 persen lainnya memilih untuk beralih ke produk lain.

"Ini berkaitan dengan kebutuhan rokok mereka per harinya itu tidak terlalu besar. Jadi ini hanya untuk bisa jadi eksistensi diri, bisa jadi karena pengaruh teman-teman sekitarnya sehingga dia akan merokok jika berada pada lingkungan yang merokok," ujarnya.

Baca juga: Meski Ada Corona, Penerimaan Negara dari Cukai Rokok Justru Naik

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.