Kaleidoskop 2020: Deretan Relawan Jokowi “Membanjiri” Posisi Penting di BUMN

Kompas.com - 24/12/2020, 06:32 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Maruf Amin (tengah) memperkenalkan calon-calon wakil menteri Kabinet Indonesia Maju sebelum acara pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (25/10/2019). Presiden memperkenalkan 12 orang sebagai wakil menteri yang akan membantu kinerja Kabinet Indonesia Maju. ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAYPresiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Maruf Amin (tengah) memperkenalkan calon-calon wakil menteri Kabinet Indonesia Maju sebelum acara pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (25/10/2019). Presiden memperkenalkan 12 orang sebagai wakil menteri yang akan membantu kinerja Kabinet Indonesia Maju.

JAKARTA, KOMPAS.com - Relawan pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 lalu mulai berbondong-bondong mengisi kursi komisaris di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dari waktu ke waktu, jumlah relawan Jokowi pada Pilpres 2019 lalu di perusahaan negara terus bertambah. Bahkan, Dalam waktu relatif berdekatan, Menteri BUMN Erick Thohir mengangkat beberapa nama yang sebelumnya menjadi tim sukses pemenangan atau relawan Jokowi.

Kendati begitu, Erick sempat mengelak jika ada “orang titipan” yang menduduki posisi penting seperti direksi dan komisaris di perusahaan pelat merah.

Mantan bos Inter Milan itu menegaskan, seleksi pimpinan perusahaan negara dilakukan sesuai prosedur dan tanpa tekanan dari pihak lain. 

Baca juga: Sandiaga: Lebih dari 40 Juta Lapangan Kerja Perlu Diselamatkan

Ia mengatakan pemilihan pimpinan perusahaan negara, baik posisi direksi maupun komisaris BUMN, dilakukan dengan proses yang mengedepankan kompetensi dan berpedoman pada aturan yang berlaku.

"Saya tidak takut diancam-ancam karena loyalitas saya jelas ke Presiden," ujar Erick pada Jumat (19/6/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelum menunjuk komisaris maupun direksi BUMN, Erick menekankan selalu ada seleksi ketat dalam proses penilaian atau assesment yang mencakup sejumlah kriteria yang harus dipenuhi.

"Ada proses assessment yang perlu diikuti. Direksi dan komisaris harus berakhlak. Kita masukan juga mengerti digital leadership, global business safety, customer focus, building strategic partnership," kata pendiri Mahaka Group itu.

Kendati begitu, berdasarkan catatan Kompas.com, setidaknya ada 17 nama relawan di BUMN. Ini belum termasuk daftar timses Pilpres yang ditempatkan di anak dan cucu BUMN.

Adapun daftar relawan Jokowi yang duduk di kursi komisaris BUMN sebagai berikut:

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.