Ini Alasan Orang Indonesia Tertarik Belanja Saat Harbolnas

Kompas.com - 24/12/2020, 11:30 WIB
Ilustrasi belanja online (Dok. Shutterstock) Ilustrasi belanja online
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) menjadi salah satu momen yang ditunggu oleh banyak orang.

Director of Nielsen Indonesia Rusdy Sumantri mengatakan, melalui survei yang dilakukan Nielsen Indonesia, 78 persen responden yang mengaku tertarik dengan tawaran pengiriman gratis sehingga mau berbelanja saat Harbolnas.

Sebanyak 73 persen responden mengaku tertarik karena ada diskon.

"Sementara 26 persen, mengaku mereka mau berbelanja di momen Harbolnas karena ada voucher,"ujarnya dalam jumpa pers virtual idEA, Rabu (23/12/2020).

Baca juga: OJK Tegaskan Tak Pernah Setujui PKPU Asuransi Jiwa Kresna

Lebih lanjut dia menjelaskan mengenai cara berbelanja saat Harbolnas. Sebanyak 95 persen orang Indonesia mengikuti Harbolnas menggunakan ponsel mereka, 69 persen menggunakan aplikasi dan hanya 4 persen yang menggunakan browser.

Tak hanya itu, dia juga mengatakan pukul 09.00 hingga 18.00 adalah pilihan waktu yang paling banyak dipilih oleh orang Indonesia ketika belanja saat Harbolnas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tapi makin ke sini kami melihat, makin banyak yang rela begadang hingga pukul 03.00 untuk mengejar diskon saat Harbolnas," ucap dia.

Survei dilakukan oleh salah satu lembaga survei di Indonesia yaitu Nielsen Indonesia dengan 1.156 responden yang berasal dari 56 kota dengan minimal usia 15 tahun ke atas.

Baca juga: Naik Rp 5.000, Simak Daftar Harga Emas Antam Hari Ini



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BEI Respon Potensi Blibli Lakukan Backdoor Listing di Bursa

BEI Respon Potensi Blibli Lakukan Backdoor Listing di Bursa

Whats New
Rupiah dan IHSG Ditutup Menguat di Akhir Pekan, Asing Borong TLKM, AGRO, dan BFIN

Rupiah dan IHSG Ditutup Menguat di Akhir Pekan, Asing Borong TLKM, AGRO, dan BFIN

Whats New
Siasati Pandemi, Watsons Tetap Ekspansi dengan Konsep Ini

Siasati Pandemi, Watsons Tetap Ekspansi dengan Konsep Ini

Whats New
Menteri Investasi: Negara Tetangga Tak Ingin RI Jadi Produsen Baterai Mobil Listrik

Menteri Investasi: Negara Tetangga Tak Ingin RI Jadi Produsen Baterai Mobil Listrik

Whats New
Mendag Lutfi: Harga dan Stok Bahan Pokok di Masa PPKM Terkendali dan Stabil

Mendag Lutfi: Harga dan Stok Bahan Pokok di Masa PPKM Terkendali dan Stabil

Whats New
Targetkan Pertumbuhan Bisnis Kartu Kredit 7 Persen, Bank Mandiri Andalkan Transaksi E-Commerce

Targetkan Pertumbuhan Bisnis Kartu Kredit 7 Persen, Bank Mandiri Andalkan Transaksi E-Commerce

Whats New
PT PAL Dapat Lisensi Bikin Kapal Perang Canggih dari Inggris

PT PAL Dapat Lisensi Bikin Kapal Perang Canggih dari Inggris

Whats New
Begini Strategi Watson Bertahan di Tengah Pandemi

Begini Strategi Watson Bertahan di Tengah Pandemi

Whats New
Cara Melaporkan Gangguan Listrik PLN Bebas Pulsa

Cara Melaporkan Gangguan Listrik PLN Bebas Pulsa

Whats New
Tenaga Kerja Sukarela Diharapkan Antisipasi Tantangan Ketenagakerjaan Masa Kini

Tenaga Kerja Sukarela Diharapkan Antisipasi Tantangan Ketenagakerjaan Masa Kini

Rilis
Menko Airlangga Sebut Pertumbuhan Ekonomi dan Covid-19 seperti 2 Siklus

Menko Airlangga Sebut Pertumbuhan Ekonomi dan Covid-19 seperti 2 Siklus

Whats New
BI: Ini Sektor-sektor Bisnis yang Dorong Penyaluran Kredit Naik pada Agustus 2021

BI: Ini Sektor-sektor Bisnis yang Dorong Penyaluran Kredit Naik pada Agustus 2021

Whats New
BI: Penyaluran Kredit Baru pada Agustus 2021 Meningkat

BI: Penyaluran Kredit Baru pada Agustus 2021 Meningkat

Rilis
Ongkos Kirim Barang DHL Express Naik 4,9 Persen Tahun Depan

Ongkos Kirim Barang DHL Express Naik 4,9 Persen Tahun Depan

Whats New
Ditekan Pemerintah China, Kekayaan Sejumlah Miliarder Negeri Panda Turun

Ditekan Pemerintah China, Kekayaan Sejumlah Miliarder Negeri Panda Turun

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.