Kompas.com - 24/12/2020, 11:40 WIB
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati. Dok Humas PertaminaDirektur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji menjadi dua komoditas yang terus membebani kinerja neraca dagang minyak dan gas (migas) nasional. Berbagai upaya telah dilakukan, namun hasilnya belum terlihat signifikan.

PT Pertamina (Persero) selaku BUMN yang bergerak di sektor migas pun menyatakan komitmennya untuk menekan impor kedua jenis hasil migas tersebut.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, pihaknya telah merumuskan berbagai rencana untuk mengurangi ketergantungan impor, demi menciptakan kemandirian energi.

Salah satu langkah yang akan dilakukan ialah meningkatkan porsi investasi di sektor hulu energi.

Baca juga: Bos Pertamina Beberkan Alasan Sektor Migas Defisit Meski Kelebihan Pasokan

"Investasi Pertamina ke depan tentu akan disesuaikan dengan grand strategy energi pemerintah ke depan. Kalau kita bicara tentang hulu energi, 60 persen investasi akan dilakukan di hulu energi," kata Nicke dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (24/12/2020).

Nicke menambahkan, Pertamina juga akan meningkatkan kapasitas kilang, dalam rangka optimalisasi produk BBM dan memperbaiki kualitas BBM dan Naptha.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada saat bersamaan, untuk mengantisipasi penurunan demand terhadap BBM, Pertamina mengintegrasikan kilang petrochemical, mengingat saat ini Petrochemical masih impor 70 persen.

Lalu, dalam rangka menjawab era transisi energi, Pertamina akan mempercepat pemanfaatan pembangkit EBT (dominasi PLTS) dan meningkatkan produksi BBN (biodiesel atau biohidrokarbon).

Menurut Nicke, transformasi energi ke depan ke arah new and renewable energi.

“Selain harus melakukan eksplorasi dari sisi migas, kita juga akan meningkatkan kontribusi dari bioenergy. Setelah Biodiesel (B30) dan tahun depan akan masuk ke B40, Pertamina juga akan masuk ke Biogasoline yang kebutuhannya cukup tinggi,” ujarnya.

Dari sisi gas, lanjut Nicke, Pertamina juga akan mengembangkan gasifikasi dari energi batu bara yang melimpah menjadi DME sehingga dapat mengkonversi elpiji.

Selain itu, Pertamina terus membangun dan menambah jaringan gas (Jargas) rumah tangga hingga mencapai 3 juta pelanggan.

"Sehingga masyarakat punya pilihan elpiji, DME, Jargas, atau kompor listrik. Ini yang nantinya akan membuat perekonomian lebih berputar," ucap Nicke.

Baca juga: Jelang Libur Nataru, Pertamina Antisipasi Lonjakan Konsumsi BBM dan Elpiji



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.