Bunga Kredit Bank Belum Turun, Bos LPS: Ada Faktor X

Kompas.com - 24/12/2020, 16:06 WIB
Dewan Komisioner LPS 2020-2025 mengucap sumpah jabatan di hadapan Presiden Joko Widodo, Rabu (23/9/2020). Keempatnya yakni Purbaya Yudhi Sadewa, Didik Madiyono, Luky Alfirman, Destry Damayanti  Biro Pers Sekretariat PresidenDewan Komisioner LPS 2020-2025 mengucap sumpah jabatan di hadapan Presiden Joko Widodo, Rabu (23/9/2020). Keempatnya yakni Purbaya Yudhi Sadewa, Didik Madiyono, Luky Alfirman, Destry Damayanti

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa, buka suara terkait masih tingginya suku bunga kredit perbankan.

Padahal, sepanjang tahun ini Bank Indonesia (BI) telah memangkas suku bunga acuan BI 7 Days Reserve Repo Rate (BI-7DRR) sebanyak 5 kali. Saat ini suku bung acuan BI berada di levep 3,75 persen.

"Seorang pelaku UMKM bertanya kepada saya mengapa bunga pinjaman bank tidak kunjung turun, ia mengeluhkan beratnya membayar kredit padahal suku bungan acuan sudah turun ke level terendah," kata Purbaya melalui unggahan akun Instagramnya, dikutip Kamis (24/12/2020).

Baca juga: UMKM Harap Bunga Pinjaman Turun Pasca Holding Pembiayaan Terbentuk

Merespons pertanyaan tersebut, Purbaya menjelaskan, pihaknya telah berupaya untuk menekan biaya dana perbankan melalui pemangkasan tingkat bunga penjaminan.

LPS disebut telah melakukan penurunan tingkat bunga penjaminan bank umum ke level 4,5 persen.

"Diharapkan bunga deposito akan turun, sehingga biaya dana bisa ikut turun," katanya.

Setelah melakukan langkah tersebut, Purbaya menyebutkan, pihaknya akan melakukan pemantauan terhadap biaya dana perbankan.

Apabila sudah terjadi penurunan, namun suku bunga kredit masih tinggi, maka biaya pendanaan dapat dipastikan bukan faktor utama perbankan menahan suku bunga kredit.

"Ada faktor X, faktor ini yang perlu dicermati," kata Purbaya.

Oleh karenanya, Purbaya berencana melakukan pembahasan dengan para anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), yang terdiri dari dirinya, Gubernur BI, Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso, dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani, yang juga merangkap sebagai koordinator.

"(Bunga kredit tinggi) bisa mengurangi dampak positif dari kebijakan fiskal dan moneter yang sedang dijalankan," ucapnya.

Baca juga: 5 Bank yang Tawarkan Bunga Deposito Tertinggi Awal Pekan Ini



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X