[POPULER DI KOMPASIANA] Jokowi Ganti Menteri | Larangan Ekspor Nikel | Resep Bubur Singkong

Kompas.com - 26/12/2020, 16:16 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) memimpin upacara pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara Jakarta, Rabu (23/12/2020). Presiden melantik enam menteri untuk menggantikan posisi menteri lama (reshuffle) dan lima wakil menteri, diantaranya Tri Rismaharini sebagai Menteri Sosial, Sakti Wahyu Trenggono sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menteri Agama, Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan, Sandiaga Salahudin Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta M Lutfi sebagai Menteri Perdagangan. ANTARA FOTO/HO/Setpres-Agus Suparto/wpa/hp.
ANTARA FOTO/AGUS SUPARTOPresiden Joko Widodo (kanan) memimpin upacara pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara Jakarta, Rabu (23/12/2020). Presiden melantik enam menteri untuk menggantikan posisi menteri lama (reshuffle) dan lima wakil menteri, diantaranya Tri Rismaharini sebagai Menteri Sosial, Sakti Wahyu Trenggono sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menteri Agama, Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan, Sandiaga Salahudin Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta M Lutfi sebagai Menteri Perdagangan. ANTARA FOTO/HO/Setpres-Agus Suparto/wpa/hp.

Tentu saja Indonesia tidak ingin "kecolongan" lagi seperti awal tahun 2020 yang terkesan abai menangani virus corona. Terlebih hingga kini penanganan setiap daerah masih berbeda-beda.

"Contoh kebijakan wajib Rapid Test Antigen yang terkesan dadakan serta tidak dibarengi perencanaan yang matang. Alhasil masyarakat dibuat kerepotan dan terbebani," tulis Kompasianer Reno Dwiheryana. (Baca selengkapnya)

4. Penulis Pemula Perlu Move On dari Jebakan Plagiat Konten

"Menulis itu ibarat belajar berjalan, pada awalnya sering jatuh. Yang teguh memperbaiki diri akan bisa melangkah jauh!" tulis Kompasianer Bobby.

Sebagai sesama penulis, Kompasianer Bobby paham betul ketika awal-awal memulai karier kepenulisannya, terutama perihal plagiarisme.

"Plagiarisme adalah kesalahan umum penulis pemula. Maklum saja, penulis pemula masih bingung merangkai kalimat dan gagasan sendiri. Kurang percaya diri. Takut salah," lanjutnya.

Sadar atau tidak, biar bagaimanapun kebiasaan menjiplak hanya akan menghambat proses kreatif. (Baca selengkapnya)

5. Bubur Singkong, Sajian Istimewa Keluarga dari Lahan Sendiri

Ketika suaminya baru pulang dari lahan di rumahnya, suaminya juga membawa beberapa daun singkong yang baru saja dipetik.

Melihat itu, Kompasianer Ekriyani bereksperimen dengan membuat sesuatu yang baru: bubur singkong!

"Tekstur buburnya juga lembut, manis dan gurih setelah ditambahkan kuah santan yang telah dimasak dengan sedikit garam dan daun pandan," tulis Kompasianer Ekriyani ketika baru mencoba bubur buatannya itu.

Untuk mengetahui resep dan cara pembuatan bubur singkong secara detil, bisa langsung buka laman berikut ini. (Baca selengkapnya)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.