[POPULER DI KOMPASIANA] Jokowi Ganti Menteri | Larangan Ekspor Nikel | Resep Bubur Singkong

Kompas.com - 26/12/2020, 16:16 WIB

KOMPASIANA---Setiap kali adanya perombakan (reshuffle) kabinet, tentu saja, ada harapan yang rakyat inginkan: terutama perubahan.

Memang pada akhirnya setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan enam nama menteri barunya di Kabinet indonesia Maju di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/12/2020).

Pasalnya isu perombakan ini sudah mulai jadi perbincangan banyak kalangan setelah dua menteri ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Namun nyatanya tidak hanya dari dua kementerian itu saja, kementerian yang dianggap tidak bekerja dengan maksimal juga ikut dirombak.

Selain kabar mengenai pergantian jabatan meteri Jokowi, masih ada konten terpopuler dan menarik lainnya di Kompasiana dalam sepekan.

1. Erick, Sandi, dan Lutfi, 3 Sekawan yang Akan Bareng-bareng Membantu Pak Jokowi

Jika ada yang senang dari perombakan menteri jokowi, barangkali tulis Kompasianer Yupiter Gulo, adalah Menteri BUMN Erick Thohir.

Ketika pengumuman 6 orang menteri baru oleh Jokowi, Erick mengunggah foto lawas pada akun istagram pribadinya: 3 sosok laki-laki muda dan seorang wanita.

"Kayaknya asik nih recreate foto ini bareng Bang Sandi dan Mas Lutfi. Dulu nongkrong bareng, berkarya bareng, sekarang bareng-bareng membantu Pak Jokowi," tulis Erick Thohir, sebagai captionnya.

Sangat mungkin sinergi tiga sekawan ini akan menghasilkan sesuatu yang inovatif bagi kemaslahatan masyarakat.

"Erick tidak muluk-muluk. Bila bareng-bareng semua hal bisa dilakukan dengan sukses. Kalau sendiri-sendiri mana bisa hebat. Jadi harus bareng-bareng," tulis Kompasianer Yupiter Gulo. (Baca selengkapnya)

2. Buah Larangan Ekspor Nikel, Investor Asing Serbu Indonesia

Dengan memutuskan tidak ekspor, bagaimana cara Indonesia mendapatkan nilai tambah dari nikel? Jawabannya: Indonesia melakukan program hilirisasi.

Setidaknya ada 31 perusahaan ditunjuk untuk membangun smelter. Semua perusahaan yang ditunjuk itu diminta mengolah bahan baku nikel menjadi feronikel, bahkan sampai ke bentuk stainless steel atau baja anti karat.

Lebih jauh, ada yang perlu kita pahami dan Indonesia siapkan dari sekarang: pada 2027, era kendaraan listrik akan dimulai.

Indonesia tidak mau bertindak sebatas pemasok bahan baku, terlebih menjadi penonton manakala era baru itu berlaku.

"Sehingga, pemerintah pun cepat berhitung, agar pabrik baterai listrik dan kendaraan listrik hadir di tanah air," tulis Kompasianer Tuhombowo Wau. (Baca selengkapnya)

3. Indonesia Wajib Waspada Virus Corona Baru

Di balik kabar baik akan vaksin gratis Covid-19, kabar kurang mengenakkan hadir dari belahan dunia lain: penemuan mutasi Corona ini pun telah dikonfirmasi oleh pihak pemerintah Inggris kepada Organisasi Kesehatan Dunia, WHO.

Selain mutasi dari virus Corona ini, hal tersebut bisa menimbulkan kekhawatiran akan semakin tingginya jumlah pasien positif yang dapat berdampak panjang.

Tentu saja Indonesia tidak ingin "kecolongan" lagi seperti awal tahun 2020 yang terkesan abai menangani virus corona. Terlebih hingga kini penanganan setiap daerah masih berbeda-beda.

"Contoh kebijakan wajib Rapid Test Antigen yang terkesan dadakan serta tidak dibarengi perencanaan yang matang. Alhasil masyarakat dibuat kerepotan dan terbebani," tulis Kompasianer Reno Dwiheryana. (Baca selengkapnya)

4. Penulis Pemula Perlu Move On dari Jebakan Plagiat Konten

"Menulis itu ibarat belajar berjalan, pada awalnya sering jatuh. Yang teguh memperbaiki diri akan bisa melangkah jauh!" tulis Kompasianer Bobby.

Sebagai sesama penulis, Kompasianer Bobby paham betul ketika awal-awal memulai karier kepenulisannya, terutama perihal plagiarisme.

"Plagiarisme adalah kesalahan umum penulis pemula. Maklum saja, penulis pemula masih bingung merangkai kalimat dan gagasan sendiri. Kurang percaya diri. Takut salah," lanjutnya.

Sadar atau tidak, biar bagaimanapun kebiasaan menjiplak hanya akan menghambat proses kreatif. (Baca selengkapnya)

5. Bubur Singkong, Sajian Istimewa Keluarga dari Lahan Sendiri

Ketika suaminya baru pulang dari lahan di rumahnya, suaminya juga membawa beberapa daun singkong yang baru saja dipetik.

Melihat itu, Kompasianer Ekriyani bereksperimen dengan membuat sesuatu yang baru: bubur singkong!

"Tekstur buburnya juga lembut, manis dan gurih setelah ditambahkan kuah santan yang telah dimasak dengan sedikit garam dan daun pandan," tulis Kompasianer Ekriyani ketika baru mencoba bubur buatannya itu.

Untuk mengetahui resep dan cara pembuatan bubur singkong secara detil, bisa langsung buka laman berikut ini. (Baca selengkapnya)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.