Kaleidoskop 2020: Setahun Urusan Investasi di Tangan Luhut, Lobi-lobi hingga ke Gedung Putih

Kompas.com - 27/12/2020, 11:12 WIB
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menemui Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih, Washington DC, Selasa (17/11/2020). Dokumentasi Gedung Putih ASMenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menemui Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih, Washington DC, Selasa (17/11/2020).

Gedung Putih

Upaya menarik investasi tak hanya dilakukan di Asia dan Australia, namun sampai ke Gedung Putih, Amerika Serikat (AS).

Pada 15-19 Oktober 2020, Luhut melakukan sederet tugas negara ke Amerika Serikat (AS). Dalam kunjungan kerja ke AS, Luhut bahkan bertemu Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih.

"Tujuan utama saya ke Amerika ialah menyampaikan apresiasi Presiden Jokowi terhadap Presiden Trump yang telah memperpanjang GSP (Generalized System of Preference) kepada kita sehingga Indonesia menjadi satu-satunya negara di Asia yang mendapat peluang emas ini," tuturnya.

Selain itu, Luhut juga bertugas untuk melobi para calon investor menanamkan modalnya di Indonesia.

Alhasil, Luhut membawa pulang komitmen investor dari International Development Finance Corporation (IDFC) sebesar 2 miliar dollar AS atau setara Rp 28,2 triliun.

Hal ini ditandai dengan penandataganan Letter of Interest (LOI) oleh CEO United States International Development Finance Corporation (IDFC) Adam Boehler. Dana suntikkan tersebut akan masuk ke LPI Indonesia.

Baca juga: Sandiaga Ungkap Fakta Jaket Biru Menteri, dari Harga hingga Filosofinya

"Ini adalah oleh-oleh yang besar karena keberadaan Amerika Serikat sebagai negara industri maju akan berpengaruh penting bagi perkembangan SWF di Tanah Air," ujarnya.

Usai pulang dari AS, Luhut dalam beberapa kesempatan menyampikan adanya minat investasi dari para investor asing. Salah satunya yakni perusahaan mobil listrik asal AS, Tesla.

Ia mengatakan tim dari perusahaan yang didirikan oleh Elon Musk, itu akan mengunjungi Indonesia pada Januari 2021.

Selain iyu, Luhut juga mengklaim Indonesia mendapatkan lagi suntikkan dana untuk dikelola pada Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF) dari Kanada, sebesar 2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 28 triliun lebih.

"Sovereign Wealth Fund kita, kemarin tambah lagi dapat 2 miliar dollar AS dari Kanada. Mereka kasih komitmen. Senin kemarin, Presiden sudah tanda tangan," katanya di Toba, melalui rekaman yang diterima, Jumat (18/12/2020).

Luhut menargetkan regulasi mengenai Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau SWF akan rampung dan mulai diimplementasikan pada Januari 2021.

Mantan Menko Polhukam ini juga menargetkan, Indonesia bakal menghimpun dana SWF hingga 6 miliar dollar AS pada tahun ini. Ia berharap dana SWF bisa mencapai 50 sampai 60 miliar dollar AS pada 2021.

Baca juga: Daftar 3 Komponen yang Tarifnya Bakal Naik di 2021

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X