Kaleidoskop 2020: Suku Bunga BI Terendah Sepanjang Sejarah, Ikut Pikul Beban Pemerintah

Kompas.com - 28/12/2020, 12:04 WIB

"Dalam hal ini dapat kami sampaikan dan kita cermati, pada tanggal 2 September 2020 Bapak Presiden sudah menegaskan dan menjamin independensi BI. Saya kira itu sudah jelas," ungkap Perry dalam konferensi pers penyampaian hasil RDG September lalu.

Baca juga: Di Revisi UU BI, Dewan Moneter Diganti Dewan Kebijakan Ekonomi Makro

Defisit neraca keuangan BI

Pembelian surat utang negara oleh BI ini kemudian diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Gubernur bank sentral dengan Menteri Keuangan tanggal 16 April 2020. Diikuti dengan SKB II tanggal 7 Juli 2020.

Skema tanggung renteng (burden sharing) antara BI dengan pemerintah ini ada yang bakal diperpanjang tahun depan, yakni skema burden sharing II yang disepakati dalam SKB tanggal 7 Juli 2020.

Sementara yang bakal diperpanjang adalah burden sharing pertama sesuai dengan SKB tanggal 16 April 2020, yakni pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dengan BI sebagai standby buyer.

Skema tanggung renteng antara Bank Indonesia (BI) dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tak pelak berpengaruh pada neraca keuangan bank sentral.

Perry memproyeksi, bank sentral bakal mencatat defisit hingga Rp 21 triliun pada 2021 karena keterlibatannya dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

"Kami laporkan di mana memang dari prognosa sampai Agustus, tahun depan BI akan mengalami defisit Rp 21 triliun dari surplus tahun ini yang relatif besar," sebutnya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPR RI di bulan September.

Baca juga: RI Surplus dan Defisit Neraca Perdagangan dengan Negara-negara Ini

Dana tanggung renteng buat beli vaksin

Hingga 15 Desember, bank sentral telah merealisasi pendanaan APBN dengan skema tanggung renteng (burden sharing) melalui mekanisme pembelian SBN secara langsung (SKB II) berjumlah Rp 397,56 triliun.

Sedangkan pendanaan APBN sesuai SKB I tanggal 16 April mencapai Rp 75,86 triliun, termasuk dengan skema lelang utama, Greenshoe Option (GSO), dan Private Placement.

Jika digabungkan, BI telah membeli SBN untuk bagi-bagi beban guna program pemulihan ekonomi nasional sebesar Rp 473,42 triliun.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.