Stafsus Erick Thohir: Kita Terlambat Bentuk SWF Dibandingkan Negara Lain

Kompas.com - 28/12/2020, 13:43 WIB
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (22/11/2019). KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMAStaf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (22/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Staff Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menilai Indonesia terlambat membentuk sovereign wealth fund (SWF) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI) jika dibandingkan dengan negara lainnya.

Hal tersebut dikatakan Arya saat jadi pembicara dalam sebuah webinar, Senin (28/12/2020).

“Kalau kita lihat SWF ini bukan sesuatu yang baru di dunia. Kita malah terlambat dibandingkan yang lain. Norwegia sudah, Tiongkok Sudah, UAE sudah membuat, Kuwait, Hongkong, Singapura, Arab Saudi ini adalah negara yang membuat SWF sejak awal,” ujar Arya.

Arya berharap dengan terbentuknya SWF bisa membantu pemerintah dalam mencari pendanaan untuk melakukan pembangunan di Tanah Air. Sebab, selama ini pembangunan yang dilakukan pemerintah mengandalkan dana dari APBN atau dari BUMN.

Baca juga: Airlangga Sebut Ada Dua Negara Siap Guyur 6 Miliar Dollar AS di SWF, Mana Saja?

“Kita butuh dana lebih besar lagi dan kita tahu juga BUMN-BUMN yang ada saat ini juga sudah memiliki aset yang sangat besar, tapi belum dimaksimalkan untuk mencari uang.

Jadi ini lah langkah yang dilakukan pemerintah bagaimana kita bisa menambah lagi pembangunan dengan dana-dana investasi dari luar atau dari dalam. Tapi kita utamakan kita cari dari luar,” kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Juru Bicara Menteri BUMN Erick Thohir itu menyampaikan, hingga saat ini banyak negara yang berminat menanamkan modalnya di Indonesia.

Hal ini bisa terlihat dari respons pasar yang bagus terhadap saham-saham perusahaan pelat merah.

“Satu hal adalah, respon market sangat baik. Terlihat dari saham-saham BUMN yang naik karena isu SWF ini. Jadi artinya market memang melihat ini peluang bagi BUMN-BUMN karya untuk bisa mengembangkan lagi. Indonesia masih butuh untuk pengerjaan tol, kita masih butuh untuk pembangunan bandara, pengembangan parawisata,” ungkapnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengungkapkan banyak negara di dunia mulai menunjukkan ketertarikannya pada sovereign wealth fund (SWF) yang disebut dengan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authorithy (INA).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.