Masih Dibayangi Pandemi, Buruh Pesimistis dengan Kondisi Ekonomi Tahun 2021

Kompas.com - 28/12/2020, 14:40 WIB
Presiden KSPI, Said Iqbal memberikan keterangan pers kepada awak media di Jakarta, Kamis (5/3/2020). (KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARI)Presiden KSPI, Said Iqbal memberikan keterangan pers kepada awak media di Jakarta, Kamis (5/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia ( KSPI) Said Iqbal menilai, perekonomian Indonesia di tahun 2021 masih akan mengalami resesi.

Sebab, sektor ketenagakerjaan masih terdampak akibat adanya wabah Covid-19.

Apalagi buruh yang rata-rata bekerja di kawasan industri, paling banyak terpapar virus corona.

Baca juga: Pandemi Munculkan Banyak Pengangguran, Presiden Serikat Buruh Sebut Kartu Prakerja Jadi Solusinya

Ditambah lagi, kekhawatiran KSPI terhadap virus varian baru yang bersumber dari Inggris dan kini telah merambah hingga Malaysia. 

"Kami tidak seoptimistis pemerintah, karena kami jumpai di lapangan, Covid-19 sangat menghantui buruh. Puluhan ribu buruh sudah terpapar Covid-19, bahkan puluhan orang sudah ada yang meninggal, ini yang tercatat," kata Said dalam konfrensi pers virtual, Senin (28/12/2020).

"Akibatnya kami pesimistis, kurang menggembirakan, pertumbuhan ekonomi akan tetap negatif dan terjadi resesi ekonomi, itu yang akan tetap ada di 2021. Itu outlook-nya dengan merefleksi dari tahun 2020," sambung dia.

Akibat pandemi, lanjut Said, maka akan berimbas terhadap penurunan produktivitas para buruh atau pekerja.

Baca juga: KSPI Nilai Reshuffle Kabinet Tidak Beri Dampak Positif bagi Buruh

"Angka positif dan kematian di kalangan buruh meningkat tajam. Yang positif puluhan ribu orang, yang meninggal buruh dan pengurus serikat buruh itu puluhan orang yang tercatat. Akibatnya dengan adanya Covid-19 ini, produktivitas pasti menurun," ujar dia.

Begitu pula dengan permintaan terhadap suatu barang di semua sektor juga akan terkena dampaknya.

Malahan, kata Said, banyak pembeli yang menghentikan pemesanan barang. Investasi pun tak luput dari efek Covid-19 ini.

"Nah, Covid-19 mengakibatkan konsumsi akan menurun, investasi akan menurun, dan dengan demikian net ekspor impor pun terhadap perdagangan juga akan menurun. Karena produksi permintaan barang dan jasa juga akan menurun. Maka kondisi ekonomi, serikat buruh berpendapat setidaknya KSPI, masih belum menggembirakan," ucap dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X