ADB Perkirakan Sektor Pariwisata Belum Bisa Pulih pada 2021

Kompas.com - 28/12/2020, 15:52 WIB
Ilustrasi Pariwisata Indonesia Dokumentasi Biro Komunikasi KemenparekrafIlustrasi Pariwisata Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Asian Development Bank (ADB) memperkirakan sektor pariwisata secara global belum bisa pulih pada tahun depan mengingat banyaknya traveler yang menahan diri untuk melakukan bepergian lintas negara.

"Yang menarik di sini adalah kalau kita bicara mengenai sektor pariwisata, tampaknya sektor ini masih belum bisa pulih pada tahun 2021," ujar Vice President ADB Bambang Susantono dalam seminar daring yang digelar Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) di Jakarta, Senin (28/12/2020), sebagaimana dikutip Antara.

Baca juga: Ini Cara Pulihkan Sektor Pariwisata Versi Susi Pudjiastuti

Menurut Bambang, belum pulihnya sektor pariwisata pada tahun depan disebabkan survei IATA yang menunjukkan lebih dari 50 persen mereka yang melakukan traveling internasional tidak akan melakukan perjalanan selama enam bulan hingga setahun ke depan.

Hal ini tentunya akan memengaruhi arus penumpang pesawat dan penerbangan.

"Tampaknya wisatawan dan penumpang domestik yang harus digenjot untuk membantu sektor pariwisata di masa COVID-19," ujar Bambang.

Bambang menjelaskan, hal tersebut memang terjadi di beberapa negara.

Mereka pada akhirnya lebih look inside ketimbang melakukan banyak pembukaan zona batas lintas negara atau travel bubble.

Baca juga: Proyek Luhut 5 Destinasi Pariwisata Super-Prioritas Sudah Tahap Kontruksi

Sebelumnya, Ketua Wilayah DPD Masyarakat Sadar Wisata (Masata) Bali I Made Ramia Adnyana mengharapkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mampu menggerakkan wisatawan domestik secara masif menuju tiga pintu gerbang utama pariwisata di Tanah Air.

Tiga pintu gerbang utama pariwisata tersebut yakni Bali, Jakarta, dan Batam. Di samping juga ke-10 destinasi super prioritas dan prioritas, dengan paket-paket hemat yang menarik didukung oleh maskapai dan hotel secara kolektif.

Menurut dia, hanya dengan menggerakkan pasar domestik, pariwisata Indonesia akan mampu bangkit kembali sebelum wisatawan mancanegara dapat berwisata ke negeri ini.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masih Calon Pulau, KKP Cek Lebih Lanjut Kemunculan Pulau Baru Usai Badai Seroja

Masih Calon Pulau, KKP Cek Lebih Lanjut Kemunculan Pulau Baru Usai Badai Seroja

Whats New
[TREN WORKLIFE KOMPASIANA] 4 Alasan Perempuan di Desa Memilih Tandur sebagai Profesi | 'Power of Resilience' adalah Kunci

[TREN WORKLIFE KOMPASIANA] 4 Alasan Perempuan di Desa Memilih Tandur sebagai Profesi | "Power of Resilience" adalah Kunci

Rilis
Bernie Madoff, Penjahat Skema Ponzi Terbesar yang Meninggal di Penjara

Bernie Madoff, Penjahat Skema Ponzi Terbesar yang Meninggal di Penjara

Whats New
Ramadhan, Mendag Lutfi: Harga Bahan Pokok Stabil!

Ramadhan, Mendag Lutfi: Harga Bahan Pokok Stabil!

Whats New
Ada Reshuffle Kabinet, Siapa yang Bakal Jadi Menteri Investasi?

Ada Reshuffle Kabinet, Siapa yang Bakal Jadi Menteri Investasi?

Whats New
Akhiri Pekan, IHSG dan Rupiah Ditutup Menguat

Akhiri Pekan, IHSG dan Rupiah Ditutup Menguat

Whats New
Kemenkeu Ungkap TMII Tak Pernah Bayar PNBP, Bukan Pajak

Kemenkeu Ungkap TMII Tak Pernah Bayar PNBP, Bukan Pajak

Whats New
[TREN EDUKASI KOMPASIANA] PR Orangtua Mengenal Potensi Anak Sejak Dini | Edukasi ala Mangunwijaya

[TREN EDUKASI KOMPASIANA] PR Orangtua Mengenal Potensi Anak Sejak Dini | Edukasi ala Mangunwijaya

Rilis
Menaker Lantik 11 Pejabat Tinggi Madya di Lingkungan Kemnaker

Menaker Lantik 11 Pejabat Tinggi Madya di Lingkungan Kemnaker

Rilis
Pertumbuhan Sektor Kimia, Farmasi, dan Tekstil Terkontraksi Selama 2020

Pertumbuhan Sektor Kimia, Farmasi, dan Tekstil Terkontraksi Selama 2020

Whats New
Mengelola Portofolio di Tengah Volatilitas, Sektor Apa Yang Paling Cuan?

Mengelola Portofolio di Tengah Volatilitas, Sektor Apa Yang Paling Cuan?

Earn Smart
Citigroup Keluar dari Perbankan Ritel RI, Bagaimana Nasib Nasabah? Ini Kata CEO Citi Indonesia

Citigroup Keluar dari Perbankan Ritel RI, Bagaimana Nasib Nasabah? Ini Kata CEO Citi Indonesia

Whats New
Manajemen Waktu, Kunci Keseimbangan Karier dan Kegiatan Sosial

Manajemen Waktu, Kunci Keseimbangan Karier dan Kegiatan Sosial

Work Smart
Transaksi Bitcoin cs Terus Tumbuh, Indodax Catat 3 Juta Member Aktif

Transaksi Bitcoin cs Terus Tumbuh, Indodax Catat 3 Juta Member Aktif

Rilis
Cyber Ethics dan Cyber Law, Kontribusinya bagi Dunia Bisnis

Cyber Ethics dan Cyber Law, Kontribusinya bagi Dunia Bisnis

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X