Untar untuk Indonesia
Akademisi

Platform akademisi Universitas Tarumanagara guna menyebarluaskan atau diseminasi hasil riset terkini kepada khalayak luas untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Menjadi Organisasi Bisnis yang Tahan Banting di Tengah Pandemi Covid-19

Kompas.com - 28/12/2020, 16:00 WIB
Ilustrasi bisnis digital sukses (Shutterstock/ Chaay_Tee) Ilustrasi bisnis digital sukses

Oleh: Ignatius Roni Setyawan

PANDEMI Covid-19 selama hampir setahun ini tidak hanya menimbulkan masalah kesehatan semata, mengingat bahaya virus corona dari segi penyebaran dan mutasi, tetapi juga memicu resesi ekonomi.

Berbagai sektor industri tidak dapat melakukan aktivitas normal guna mendukung program pemerintah yang telah beberapa kali melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk menekan laju penularan Covid-19.

Chief Economist Bank Central Asia David Sumual (2020), Baldwin & di Mauro (2020), serta pakar ekonomi dan bisnis lainnya menyatakan, masalah ekonomi karena pandemi Covid-19 sungguh berbeda dibandingkan krisis-krisis ekonomi yang pernah terjadi.

Hans Kwee (2020) dan Lukas Setiaatmadja (2020) menyatakan, krisis ekonomi Asia 1997/1998 dan krisis keuangan global 2007/2008 terjadi karena ketamakan investor berujung kehancuran pasar modal.

Adapun masalah ekonomi akibat Covid-19 ini adalah adanya guncangan supply and demand akibat ketergantungan negara-negara di dunia pada impor komponen bahan baku dari China.

Baca juga: Melihat Potensi Pasar Wisata Kesehatan Global, Bagaimana Posisi Indonesia?

Seperti halnya krisis ekonomi Asia 1997/1998 dan krisis keuangan global 2007/2008 yang dapat berakhir, maka kita juga harus punya optimisme bahwa masa pandemi Covid-19 dapat terlewati berbekal konsep survive dan sustain dalam organisasi.

Reeves et al (2020) mencetuskan 12 important lesson learnt untuk para pebisnis sebagai berikut:

  1. Perbarui kecerdasan anda setiap hari
  2. Waspadai siklus berita
  3. Jangan berasumsi bahwa informasi menciptakan informasi
  4. Gunakan pakar dan ramalan secara cermat
  5. Terus membingkai ulang pemahaman tentang apa yang terjadi
  6. Waspadalah pada birokrasi
  7. Pastikan respons anda seimbang di tujuh dimensi
  8. Gunakan prinsip resiliensi dalam mengembangkan kebijakan
  9. Bersiaplah sekarang untuk krisis berikutnya
  10. Persiapan intelektual saja tidak cukup
  11. Renungkan yang telah dipelajari
  12. Bersiaplah untuk dunia yang selalu berubah.

Detail tentang 12 important lesson learnt dari Reeves M, N Lang, dan PC Slezak (2020) dibagi menjadi dua bagian, yakni poin 1-6 dan poin 7-12.

Bagian pertama (aspek 1-6) lebih bersifat pada pratindakan yang seharusnya menjadi alasan bersikap dari pebisnis selama pandemi. Bagian ini dapat dirangkum dengan satu term yakni sustain (senantiasa bertumbuh dan berkembang).

Adapun bagian kedua (7-12) sudah menunjukkan aspek tindakan yang seharusnya menjadi keputusan pebisnis selama pandemi. Dari lessons ini dapat dirangkum dengan suatu terminologi, yakni survive (berdaya tahan tinggi).

Kombinasi dari survive dan sustain ini disebut resiliensi merupakan intisari lesson ke-8. Untuk kondisi resiliensi ideal menjadi tanggungjawab manajemen puncak (Wang et al, 2020).

Berdasarkan aspek-aspek pembelajaran di atas, terangkum terminologi sustain dan survive sebagai bentuk strategi organisasi agar terus dapat hidup ke depan.

Agar dapat berdaya tahan, organisasi tidak hanya mengandalkan aspek digitalisasi bisnis semata, namun harus mampu merancang model bisnis digital tepat sesuai dengan profil bisnisnya.

Pada sisi sustain, setiap organisasi harus mampu mengaplikasikan dan mensinergikan model bisnis digital pada semua sendi kehidupan bisnis.

Kunci sukses dari sustain dan survive terletak pada resiliensi yakni dalam bentuk realisasi kemajuan setiap fungsi bisnis yang terdampak Covid-19, misalnya kestabilan pangsa pasar dan reputasi bisnis.

Dari uraian sebelumnya dapat dipetik tiga poin penting. Pertama, setiap organisasi perlu mengenali dimensi penting aspek sustain dan survive karena penting untuk mencetuskan strategi tepat selama pandemi Covid-19.

Baca juga: Kiat Menjaga Keterikatan Perusahaan dan Karyawan selama Pandemi

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asosiasi Pengusaha Ritel: Kami Menyediakan Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Asosiasi Pengusaha Ritel: Kami Menyediakan Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Whats New
Kasus Omicron Terus Bertambah, Luhut: Kalau Masih Mau Hidup Silakan Ikuti Imbauan...

Kasus Omicron Terus Bertambah, Luhut: Kalau Masih Mau Hidup Silakan Ikuti Imbauan...

Whats New
Kredit Pintar Telah Salurkan Pinjaman Rp 23,8 Triliun Sejak 2017

Kredit Pintar Telah Salurkan Pinjaman Rp 23,8 Triliun Sejak 2017

Rilis
Menaker: Tenaga Kerja Perempuan di 4 Sektor Ini Bisa Kantongi Upah Tinggi

Menaker: Tenaga Kerja Perempuan di 4 Sektor Ini Bisa Kantongi Upah Tinggi

Whats New
Erick Thohir Bicara soal Subsidi Listrik, Soroti Adanya Mafia

Erick Thohir Bicara soal Subsidi Listrik, Soroti Adanya Mafia

Whats New
Terus Berinovasi, GoFood Pelopori Teknologi Robot Otomatis di Layanan Pesan Antar Makanan

Terus Berinovasi, GoFood Pelopori Teknologi Robot Otomatis di Layanan Pesan Antar Makanan

BrandzView
Nasabah CIMB Niaga Bisa Ubah Transaksi Kartu Kredit jadi Cicilan 0 Persen Lewat OCTO Mobile, Berikut Caranya

Nasabah CIMB Niaga Bisa Ubah Transaksi Kartu Kredit jadi Cicilan 0 Persen Lewat OCTO Mobile, Berikut Caranya

Spend Smart
Pemerintah Jamin Stok Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Aprindo: Warga Jangan 'Panic Buying'

Pemerintah Jamin Stok Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Aprindo: Warga Jangan "Panic Buying"

Whats New
Alfamart: Jangan 'Panic Buying' Minyak Goreng, Pemerintah Jamin Stoknya

Alfamart: Jangan "Panic Buying" Minyak Goreng, Pemerintah Jamin Stoknya

Whats New
Berjasa Tangani Pasien, Berapa Gaji Perawat?

Berjasa Tangani Pasien, Berapa Gaji Perawat?

Work Smart
Gandeng Indosat Ooredo Hutchinson, Bank QNB Indonesia Luncurkan Pinjaman Digital UCan

Gandeng Indosat Ooredo Hutchinson, Bank QNB Indonesia Luncurkan Pinjaman Digital UCan

Whats New
Luhut Bakal Buat BLU Batu Bara untuk Permudah PLN, Erick Thohir: Ya, Kami Akan Ikuti

Luhut Bakal Buat BLU Batu Bara untuk Permudah PLN, Erick Thohir: Ya, Kami Akan Ikuti

Whats New
Pekerja Asing Tak Punya NIK, Kemenkeu Pastikan Tetap Kena Pajak

Pekerja Asing Tak Punya NIK, Kemenkeu Pastikan Tetap Kena Pajak

Whats New
Warga Serbu Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Indomaret dan Alfamart Batasi Pembelian

Warga Serbu Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Indomaret dan Alfamart Batasi Pembelian

Whats New
Fasilitas Kantor atau Penghasilan Natura Bakal Kena Pajak, Aturan Turunan Keluar Februari-Maret

Fasilitas Kantor atau Penghasilan Natura Bakal Kena Pajak, Aturan Turunan Keluar Februari-Maret

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.