Insentif Pajak Mobil Baru Nol Persen Terganjal di Kemenkeu

Kompas.com - 28/12/2020, 19:57 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam suatu acara, di Jakarta, Selasa (10/11/2020). Dokumentasi Humas Kementerian PerindustrianMenteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam suatu acara, di Jakarta, Selasa (10/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, usulan insentif pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk pembelian mobil baru masih terganjal di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Dia mengatakan, kementerian yang dipimpin oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati itu, belum memberikan lampu hijau untuk implementasi pajak pembelian mobil baru menjadi sebesar 0 persen tersebut.

"Jadi memang kita masih belum dapatkan green light (lampu hijau) dari Kemenkeu," ujar Agus dalam konferensi pers akhir tahun 2020 secara virtual, Senin (28/12/2020).

Baca juga: Kemenperin Bidik Investasi Industri Manufaktur Rp 323,5 Triliun pada 2021

Menurut Agus, usulan itu secara prinsip telah disetujui oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Namun, Kemenkeu masih mempertimbangkan dan memperhitungkan kebijakan itu.

Agus memaklumi sikap Kemenkeu, sebab setiap kebijakan perlu diperhitungkan dengan matang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Serta, setiap kementerian tentu memiliki pandangan yang berbeda terkait suatu kebijakan.

"Ini wajar saja untuk mereka yang merupakan bendahara negara. Tentu mereka punya penilaian dan posisi sendiri, sebagai Kemenkeu mereka harus lebih komprehensif," kata dia.

Baca juga: Jumlah Tenaga Kerja Industri Manufaktur Turun 1,45 Juta Akibat Pandemi

Agus mengatakan, industri otomotif masih tetap tumbuh meski tak ada kebijakan insentif pajak untuk mobil baru.

Ia menambahkan, ada perbaikan pada kuartal III-2020 ketimbang kuartal sebelumnya.

Meski demikian, diakuinya industri otomotif menjadi salah satu sektor yang paling lambat untuk bisa mencapai titik pemulihan seperti masa sebelum pandemi Covid-19.

Oleh sebab itu, ia memastikan pemerintah bakal menaruh perhatian pada sektor ini.

"Ini sektor yang penting, turunan-turunan industrinya sangat penting dan banyak, dan melibatkan IKM yang banyak. Jadi memang ini salah satu industri yang perlu kita proteksi secara serius," pungkas Agus.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.