Kaleidoskop 2020: "Kesetrum" Tagihan Listrik yang Membengkak

Kompas.com - 29/12/2020, 17:40 WIB
Ilustrasi PixabyIlustrasi

Pada April lalu, PLN memutuskan untuk meniadakan penghitungan meteran secara manual, menyusul adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di banyak wilayah.

Penghitungan tagihan rekening listrik pun akhirnya dilakukan dengan menggunakan rata-rata penggunaan selama tiga bulan terakhir.

Dengan demikian, tagihan rekening April atau penggunaan Maret, dihitung dengan rata-rata penggunaan Desember 2019 hingga Februari 2020.

Baca juga: Jelang Nataru, Pasokan Listrik PLN Aman?

Pada tiga bulan tersebut konsumsi listrik seharusnya masih belum mengalami kenaikan, sebab aturan WFH belum berlaku.

Sementara pada bulan Maret, seiring dengan diterapkannya WFH, konsumsi listrik masyarakat mulai meningkat.

Hal tersebut mengakibatkan adanya perbedaan antara tagihan rata-rata dengan tagihan sebenarnya pada penggunaan Maret atau rekening April.

Misal saja, pada bulan Desember 2019 - Februari 2020 rata-rata tagihan listrik pelanggan sebesar Rp 1 juta, dengan demikian tagihan listrik rekening April akan dipatok menjadi Rp 1 juta.

Namun, dengan adanya peningkatan konsumsi listrik, tagihan yang seharusnya dibayarkan dan tercatat di kWh meter pelanggan adalah sebesar Rp 1,4 juta.

Baca juga: Kini Isi Token Meteran hingga Monitor Penggunaan Listrik Bisa Lewat Aplikasi Resmi PLN

Dengan demikian, terdapat besaran tagihan yang belum dibayarkan yakni sebesar Rp 400.000.

Ketika petugas catat meter mulai kembali menghitung konsumsi penggunaan listrik konsumen secara langsung, kekurangan bayar tersebut pun ditemukan dan dimasukan ke dalam tagihan rekening Juni.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X