Kompas.com - 30/12/2020, 08:55 WIB
Aktivitas bongkar muat batubara di Terminal Tanjung Priok TO 1, Jakarta Utara, Senin (19/10/2020). Dalam satu kali bongkar muat, ada sekitar 7.300 ton yang diangkut dari kapal tongkang yang berasal dari Sungai Puting, Banjarmasin, Kalimantan. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGAktivitas bongkar muat batubara di Terminal Tanjung Priok TO 1, Jakarta Utara, Senin (19/10/2020). Dalam satu kali bongkar muat, ada sekitar 7.300 ton yang diangkut dari kapal tongkang yang berasal dari Sungai Puting, Banjarmasin, Kalimantan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengekspor puluhan ton tepung kelapa ke Israel pada akhir Desember 2020.

"Tepung kelapa yang diekspor ke Israel sebanyak 26 ton dan mampu menghasilkan devisa bagi negara sebesar 49.790 dolar Amerika Serikat (AS)," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut Edwin Kindangen dilansir dari Antara, Rabu (30/12/2020).

Dia mengatakan pasar Israel memang sudah lama membeli produk turunan kelapa yang satu ini, sehingga dimanfaatkan dengan baik oleh pengekspor di Sulut.

Ia menjelaskan negara tersebut masuk kategori pasar non-tradisional, namun mampu dioptimalkan pelaku usaha di daerah ini sehingga berkembang, yang ditandai dengan permintaan pembeli dari negara tersebut terus bertambah dari tahun ke tahun.

Baca juga: Penasaran seperti Apa Kondisi Ekonomi Palestina?

Dia mengatakan, pasar Israel sudah dioptimalkan pemerintah provinsi dengan terus menjalin kerja sama. Tepung kelapa merupakan komoditas unggulan sulut yang menempati ranking kelima sebagai penyumbang devisa terbesar bagi daerah ini sejak tahun 2011.

Pemerintah, kata dia, akan terus mendorong agar mutu ekspor Sulut semakin berkualitas dan merambah pasar dunia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Data BPS

Dikutip dari Kompas.com, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan adanya aktivitas perdagangan antara Indonesia dengan Israel yang sudah berlangsung lama.

Baca juga: Bagaimana Ekonomi Timor Leste Setelah 18 Tahun Merdeka dari Indonesia?

Dari data Januari hingga Mei 2018, komoditas yang paling banyak diekspor ke Israel yaitu lemak dan minyak nabati dan hewani. Dalam lima bulan pertama 2018, nilai ekspor komoditas tersebut 13.117.533 dollar AS. Untuk Mei 2018 saja, nilai ekspornya 2.381.553 dollar AS.

"Tapi nilainya kecil. Dibandingkan dengan Turki yang 128 juta (dollar AS) masih jauh," ujar Kepala BPS Suhariyanto di kantor BPS beberapa waktu lalu.

Meski begitu, dibandingkan tahun 2017, terjadi penurunan ekspor lemak dan minyak ke Israel sebesar 34,26 persen.

Baca juga: Kisah Nauru, Negara Kaya Raya yang Kini Jatuh Miskin

Komoditas kedua yang diekspor ke Israel yaitu alas kaki senilai 6.404.373 dollar AS pada Januari-Mei 2018.

Dibandingkan tahun sebelumnya dengan periode sama terjadi peningkatan sebesar 16,64 persen. Untuk Mei 2018, Indonesia mengekspor alas kaki senilai 1.050.724 ke Israel.

Komoditas lainnya yaitu karet dan barang dari karet senilai 4.704.578 dollar AS. Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, terdapat penurunan ekspor 24,98 persen.

Turis Indonesia di Israel

Dikutip dari Harian Kompas, turis Indonesia merupakan yang paling boros saat mereka datang ke Israel. Rata-rata harian pengeluaran turis asal Indonesia mencapai 310 dollar AS atau sekitar Rp 4,1 juta (rata-rata kurs Rp 13.500 per dollar AS pada 2017). Pengeluaran itu di luar tiket pesawat.

Pengeluaran turis asal Indonesia tersebut mengalahkan rata-rata pengeluaran turis dari negara lain. Rata-rata turis asing yang datang ke Israel hanya mengeluarkan 150-200 dollar AS per hari.

Baca juga: Erdogan, Hagia Sophia, dan Krisis Ekonomi Turki

Sejauh ini, belum ada angka pasti jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Israel sepanjang tahun lalu. Akan tetapi Ketua Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia Asnawi Bahar menyebutkan jumlah wisatawan Indonesia ke Israel pada tahun 2017 di kisaran 100.000 orang.

Sehingga dengan mengacu pada angka-angka tersebut, turis Indonesia telah membelanjakan uangnya di Israel sebesar kurang lebih Rp 410 miliar sepanjang tahun lalu.

Meskipun paling boros, uang dari turis Indonesia tak besar-besar amat berkontribusi ke perekonomian Israel. Dalam laporan Haaretz, total revenue yang diraup Israel dari para wisatawan asing mencapai 5,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 78,3 triliun sepanjang 2017.

Dengan kata lain, revenue dari turis asal Indonesia hanya sekitar 0,5 persen dari pendapatan total yang diperoleh Israel pada tahun lalu.

Baca juga: Erdogan: Jangan Beli Produk Perancis!



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.