Pembangunan Pabrik Baterai Kendaraan Listrik LG Bakal Dimulai 2021

Kompas.com - 30/12/2020, 13:39 WIB
Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia usai mengikuti rapat koordinasi di Kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Senin (24/2/2020). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIKepala BKPM, Bahlil Lahadalia usai mengikuti rapat koordinasi di Kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Senin (24/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah telah menandatangani nota kesepemahaman (momerandum of understanding/MoU) dengan LG Energy Solution, perusahaan baterai kendaraan listrik asal Korea Selatan.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan dengan penandatanganan nota kesepemahaman tersebut pada tahun 2021 mendatang akan dimulai pembangunan tahap awal pabrik baterai kendaraan listrik.

"InsyaAllah tidak lama-lama, kemungkinan besar groundbreaking semester I 2021. Tahap pertama insyaAllah sudah mulai bangun pabrik," jelas Bahlil dalam keterangan pers secara virtual, Rabu (30/12/2020).

Baca juga: LG Bakal Bangun Pabrik Baterai Listrik di RI, Nilai Investasi Capai Rp 142 Triliun

Dalam pelaksanaannya, LG akan bekerja sama dengan konsorsium BUMN MIND ID yang terdiri atas PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), PT Pertamina, dan PT Perusahaan Listrik Negara.

Menurut Bahlil, Antam akan terlibat dalam proses produksi baterai kendaraan listrik di bagian hulu, sementara untuk Pertamina, PLN, dan Inalum bakal terlibat dalam proses produksi hilir, yakni sel baterai, industri prekursor dan katoda.

Adapun lokasi dari pabrik nantinya terpisah menjadi dua, yakni di kawasan Maluku Utara untuk smelter dan tambang, dan kawasan Batang untuk proses produksi hilir.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini investasi konsorsium perusahaan asing yang bekerja sama dengan konsorsium BUMN, dari hulu ke hilir, semua ikut terlibat tidak lagi bicara sendiripsendiri karena perintah Presiden semua harus masuk ikut ambil bagian karena salah satu tujuan investasi percepatan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pertumbuhan ekonomi," jelas dia.

Baca juga: BUMN Mau Keroyokan Bangun Pabrik Baterai Kendaraan Listrik

Secara keseluruhan total investasi LG di Indonesia mencapai 9,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 143 triliun.

Menurut Bahlil di dalam MoU tersebut juga ditekankan keterlibatan pengusaha nasional di daerah serta UMKM.

"Tidak hanya dalam konteks LG Group dan BUMN, tapi juga pengusaha swasta nasional dan daerah, investasi yang turun di daerah harus memberikan dampak positif ke daerah dan melahirkan pengusaha-pengusaha baru," ujar Bahlil.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X