Tutup Perdagangan Saham, Menko Airlangga Optimistis Bursa akan Terus Membaik

Kompas.com - 30/12/2020, 16:49 WIB
Ilustrasi: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan optimismenya terhadap prospek pasar modal dan perekonomian Indonesia secara umum pada tahun 2021 mendatang.

Pada penutupan perdagangan saham hari ini, Rabu (30/12/2020) Airlangga mengatakan pasar saham Indonesia sudah mulai menunjukkan kinerja perbaikan bila dibandingkan dengan masa ketika Covid-19 mulai masuk dan menekan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

"Melihat akhir tahun ini alhamdulillah situasi mulai membaik dan dalam penutupan (IHSG) mendekati 6.000 walau kemarin sudah masuk ke 6.000," jelas Airlangga.

Baca juga: Meski Pandemi, Jumlah Investor Bursa di Jabar Tumbuh Pesat

Pada penutupan perdagangan akhir tahun ini, IHSG diketahui merosot 0,99 persen atau 59,54 poin ke level 5.976,63. Padahal pada pembukaan perdagangan IHSG sempat naik 19,701 poin (0,33 persen) ke 6.055,875.

Airlangga pun menilai optimisme juga didukung oleh proses pemulihan pasar modal yang cenderung lebih cepat bila dibandingkan dengan krisis lain yang pernah terjadi sebelumnya. Pasalnya, setelah sempat menyentuh level terendah di kisaran 4.500 pada Maret lalu, IHSG kembali ke level sebelum Covid-19, yakni di kisaran 6.000 pada akhir tahun.

"Berbeda dengan krisis yang lain, ketika tahun 1998 memakan waktu lebih dari dua tahun, dan kasus 2008 lebih dari satu tahun, ini memberikan optimisme," jelas Airlangga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk diketahui, hingga 30 Desember 2020, telah terdapat 51 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) dan mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sehingga, sampai dengan saat ini terdapat 713 perusahaan yang mencatatkan sahamnya di BEI. Indonesia pun masih menjadi Bursa dengan jumlah IPO terbanyak di ASEAN.

Baca juga: Investor Domestik Sudah Kuasai Bursa Saham RI

Sepanjang tahun 2020, jumlah investor di Pasar Modal Indonesia yang terdiri atas investor saham, obligasi, maupun reksadana, mengalami peningkatan sebesar 56 persen mencapai 3,87 juta Single Investor Identification (SID) sampai dengan 29 Desember 2020.

Kenaikan investor ini 4 kali lipat lebih tinggi sejak 4 tahun terakhir dari 894 ribu investor pada tahun 2016. Selain itu, investor saham juga naik sebesar 53 persen menjadi sejumlah 1,68 juta SID.

Kemudian, jika dilihat dari jumlah investor aktif harian, hingga 29 Desember 2020 terdapat 94 ribu investor atau naik 73 persen dibandingkan akhir tahun lalu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.