Ekonomi AS Dinilai Masih Dibayangi Sisa Dampak Pandemi pada 2021

Kompas.com - 31/12/2020, 11:25 WIB
Pengantar barang mengendarai sepedanya menyeberangi 7th Avenue di kawasan Times Square yang kosong akibat meluasnya penularan virus COVID-19, di wilayah Manhattan, New York, Amerika Serikat, Senin (23/3/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/CARLO ALLEGRPengantar barang mengendarai sepedanya menyeberangi 7th Avenue di kawasan Times Square yang kosong akibat meluasnya penularan virus COVID-19, di wilayah Manhattan, New York, Amerika Serikat, Senin (23/3/2020).
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Kemunculan vaksin Covid-19, rencana stimulus fiskal Amerika Serikat (AS), dan klaim pengangguran baru di AS yang menurun, mendorong optimisme pemulihan ekonomi pada 2021.

Namun demikian, sisa dampak pandemi Covid-19 dinilai masih akan membayangi perekonomian AS pada 2021. Sebuah survei Bankrate Amerika menunjukkan, setengah dari rumah tangga AS mengalami pukulan pendapatan saat pandemi Covid-19 pertama kali memukul AS.

Melansir Forbes, Kamis (31/12/2020), kondisi ekonomi tidak akan cepat pulih tahun depan. Analis ekonomi senior Bankrate Mark Hamrick percaya, perlu waktu untuk perbaikan besar-besaran pasca Covid-19.

“Sebelum tren membaik pada pandemi dan ekonomi, kami berada dalam perjalanan yang sulit. Data tentang klaim pengangguran dan penjualan ritel meningkatkan kekhawatiran tentang prospek jangka pendek,” kata Hamrick.

Baca juga: Indonesia-UNICEF Teken Kerjasama Senilai Rp 2 Triliun

Sementara itu, beberapa ekonom memperkirakan pengangguran di AS akan tetap tinggi pada 2021. Konsensusnya adalah tingkat pengangguran akan menjadi sekitar 6 persen setahun, dibandingkan dengan November sebesar 6,7 persen, dengan kebijakan Federal Reserve membiarkan suku bunga tidak berubah.

Hamrick memperkirakan vaksin Covid-19 akan mengubah ekonomi pada tahun 2021. Ekonomi akan mulai bangkit setelah sebagian besar penduduk AS divaksinasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Ekonomi negara akan siap untuk pulih kembali. Pembukaan kembali yang telah lama ditunggu akan meningkatkan aktivitas permintaan yang selama ini terpendam, seperti perjalanan rekreasi, pergi ke bar, restoran, olahraga dan konser langsung, dan tujuan lain yang sebelumnya dianggap berisiko tinggi,” kata dia.

Di sisi lain, perusahaan dan bisnis diharapkan mempu meningkatkan inovasi produk dan kemampuan beradaptasi untuk membantu pemulihan di masa depan.

Perilaku individu juga akan berubah. Menabung dan penganggaran akan dilihat sebagai kebutuhan yang paling penting bagi banyak orang yang terkena dampak dan tidak memiliki dana darurat atau jaring pengaman.

Sebagai hasil dari penekanan pada tabungan dan penganggaran, maka pengeluaran berlebihan untuk hal-hal yang tidak penting tentunya akan berkurang.

Setelah vaksin didistribusikan sepenuhnya dan rencana pemulihan ekonomi diterapkan, jutaan orang Amerika yang sakit, pengangguran, atau kehilangan pendapatan akan terus berjuang untuk mendapatkan kembali kemapanan finansial di tahun 2021 dan seterusnya.

Baca juga: Geser Mukesh Ambani, Ini Orang Terkaya Asia yang Baru



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.