Izin Vaksin Covid-19 AstraZeneca Disebut Bakal Lebih Mudah Terbit di RI

Kompas.com - 31/12/2020, 14:15 WIB
Ilustrasi vaksin AstraZeneca-Oxford yang dinamai AZD1222. SHUTTERSTOCK/rafapressIlustrasi vaksin AstraZeneca-Oxford yang dinamai AZD1222.
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh Oxford - AstraZeneca telah mendapat izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Medicines and Healthcare products Regulatory Agency (MHRA). Pemerintah Inggris pun telah memberikan persetujuan regulasi terhadap izin penggunaan oleh MHRA tersebut.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pun mengatakan dengan demikian, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan lebih mudah menerbitkan izin untuk jenis vaksin tersebut di Indonesia.

"Kemarin kami terima kabar bahwa EUA untuk AstraZeneca telah diberikan oleh MHRA Inggris, ini merupakan kabar baik untuk kita semua," ujar Retno ketika melakukan konferensi pers kedatangan vaksin Covid-19 tahap II dari Sinovac, Kamis (31/12/2020).

Retno menjelaskan, MHRA merupakan salah satu otoritas yang memiliki regulasi ketat terkait uji klinis vaksin Covid-19. Selain itu, MHRA juga memiliki hubungan dengan BPOM.

"Melalui mekanisme reliance ini proses penerbitan EUA atas vaksin AstraZenica di Indonesia akan menjadi lebih mudah. Hasil EUA di Inggris ini dapat dijadikan basis review untuk dikeluarkan EUA di Indonesia," kata Retno.

Baca juga: 15 Juta Dosis Bahan Baku Vaksin Sinovac Segera Tiba di RI

Ia pun mengatakan, BPOM telah melakukan koordinasi dengan beragam pihak dan lembaga baik di Indonesia maupun luar negeri untuk mempercepat proses penerbitan izin penggunaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tentu ini tidak akan pernah dikompromikan, aspek keamanan, efektivitas, dan kualitas vaksin," ucap Retno.

Sebelumnya, hari ini vaksin Covid-19 dari perusahaan farmasi asal China, Sinovac, sebanyak 1,8 juta dosis telah tiba di Bandara Soekarno-Hatta.

Kedatangan vaksin tersebut merupakan tahap kedua setelah pengiriman tahap I sebesar 1,2 juta dosis vaksin pada 6 Desember 2020 lalu. Dengan demikian, maka sudah ada 3 juta dosis vaksin yang ada di Indonesia.

Vaksin yang baru saja tiba akan dikirimkan ke PT Bio Farma (Persero) di Bandung dengan menggunakan envirotainer diangkut menggunakan truk. Di dalam truk pun tersedia ruang pendingin dengan suhu 2-8 derajat celcius.

Setelah kedatangan vaksin jadi tahap II tersebut, Indonesia juga akan menerima 15 juta dosis vaksin dalam kondisi belum jadi dari Sinovac. Nantinya, vaksin tersebut akan dimanufaktur oleh Bio Farma.

"Dalam waktu dekat ini diharapkan sebanyak 15 juta dosis blot vaksin dari Sinovac yang kemudian akan dimanufaktur oleh Bio Farma akan tiba juga di Indonesia," ujar dia.

Baca juga: Kantongi Izin dari BPOM, Bio Farma Akan Produksi 100 Juta Vaksin Covid-19

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kaesang Sebut Jokowi Gajinya Kecil, Lantas Berapa Penghasilan Presiden

Kaesang Sebut Jokowi Gajinya Kecil, Lantas Berapa Penghasilan Presiden

Whats New
[POPULER MONEY] Harga Emas Antam | Dampak Evergrande ke Indonesia

[POPULER MONEY] Harga Emas Antam | Dampak Evergrande ke Indonesia

Whats New
Tidak Ingin Kepesertaan Dicabut? Begini Cara Beli Paket Pelatihan Kartu Prakerja

Tidak Ingin Kepesertaan Dicabut? Begini Cara Beli Paket Pelatihan Kartu Prakerja

Whats New
Sri Mulyani Soroti Penyaluran Kredit Perbankan yang Belum Signifikan

Sri Mulyani Soroti Penyaluran Kredit Perbankan yang Belum Signifikan

Whats New
Jaga Keamanan Pelayaran, Indonesia Punya 285 Menara Suar

Jaga Keamanan Pelayaran, Indonesia Punya 285 Menara Suar

Rilis
Rights Issue, BRI Sudah Raup Rp 26,1 Triliun dari Publik hingga 21 September 2021

Rights Issue, BRI Sudah Raup Rp 26,1 Triliun dari Publik hingga 21 September 2021

Whats New
Gandeng Polri, KSPSI Lakukan Vaksinasi Covid-19 untuk 40.000 Buruh

Gandeng Polri, KSPSI Lakukan Vaksinasi Covid-19 untuk 40.000 Buruh

Whats New
Ada Isu Evergrande dan Tapering, Apa yang Harus Dilakukan Investor?

Ada Isu Evergrande dan Tapering, Apa yang Harus Dilakukan Investor?

Earn Smart
Semakin Modern, Petani di Sinjai, Sumsel Gunakan Alsintan

Semakin Modern, Petani di Sinjai, Sumsel Gunakan Alsintan

Rilis
Survei: Seimbangkan Karier dan Keluarga, Kesehatan Mental Pekerja Perempuan Memburuk Selama Pandemi

Survei: Seimbangkan Karier dan Keluarga, Kesehatan Mental Pekerja Perempuan Memburuk Selama Pandemi

Whats New
Cara Daftar Jadi Mitra Pelatihan Kartu Prakerja

Cara Daftar Jadi Mitra Pelatihan Kartu Prakerja

Whats New
BRI Luncurkan BRI Shops Master Class, Apa Itu?

BRI Luncurkan BRI Shops Master Class, Apa Itu?

Whats New
Sebut Revisi UU BUMN Perlu, Erick Thohir: Kadang Perusahaan Terbitkan Surat Utang untuk Bonus dan Tantiem...

Sebut Revisi UU BUMN Perlu, Erick Thohir: Kadang Perusahaan Terbitkan Surat Utang untuk Bonus dan Tantiem...

Whats New
Sri Mulyani: Saat ini, Kami Belum Lihat Bank Pulih Secara Kuat

Sri Mulyani: Saat ini, Kami Belum Lihat Bank Pulih Secara Kuat

Whats New
Erick Thohir Bentuk Holding BUMN Pangan, Apa Kelebihannya?

Erick Thohir Bentuk Holding BUMN Pangan, Apa Kelebihannya?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.