SKK Migas Menoreh 5 Capaian Sepanjang 2020, Apa Saja?

Kompas.com - 01/01/2021, 12:17 WIB
SKK Migas mencatat, hingga September 2020 lifting migas telah mencapai 1,68 juta barrel minyak ekuivalen per hari (BOEPD) dengan rincian lifting minyak sebesar 706.200 BOPD dan salur gas sebesar 5,502 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). DOK. SHUTTERSTOCKSKK Migas mencatat, hingga September 2020 lifting migas telah mencapai 1,68 juta barrel minyak ekuivalen per hari (BOEPD) dengan rincian lifting minyak sebesar 706.200 BOPD dan salur gas sebesar 5,502 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Sementara itu, Wakil Kepala SKK Migas, Fatar Yani Abdurrahman mengatakan, selama periode 2020 terdapat beberapa milestone penting yang dicapai, di antaranya penyelesaian 24 Side Letter PSC serta 61 LoA dan Amandemen PJBG terkait penyesuaian harga gas sesuai dengan aturan Keputusan Menteri ESDM No. 89K/2020 dan 91K/2020.

”Total gas yang disesuaikan mencapai 2.601 british thermal unit per day (BBTUD) terdiri dari 1.205 BBTUD untuk industri hilir dan 1.396 BBTUD untuk PLN. Penyesuaian harga gas ini bertujuan untuk memberikan dampak perekonomian bagi negara melalui bertumbuhnya kegiatan industri hilir serta berkurangnya beban subsidi kelistrikan,” kata Fatar.

Baca juga: IOG 2020, Penguatan Visi SKK Migas Produksi 1 Juta Barrel

SKK Migas juga berhasil menuntaskan Heads of Agreement (HoA) transisi Blok Rokan pada 28 September 2020.

“Dengan diberlakukannya HoA tersebut maka PT CPI (Chevron Pacific Indonesia) bisa melakukan pemboran untuk menjaga produksi Rokan sampai masa berakhirnya kontrak,” lanjut dia.

Fatar menambahkan, Plan of Development (POD) pertama Lapangan Kaliberau, Blok Sakakemang juga telah disetujui oleh pemerintah pada 29 Desember 2020.

Dengan persetujuan ini, maka realisasi Reserve Replacement Ratio (RRR) berada di angka 101,6 persen dengan penambahan cadangan sebesar 705,16 MMBOE.

Berdasarkan catatan gemilang tersebut, Fatar mengungkapkan SKK Migas optimis dalam menyambut tahun 2021.

Baca juga: SKK Migas: Sejak 1998, Produksi Minyak RI Berada dalam Tren Menurun

Dia juga mengakui, pihaknya telah selesai menyusun program kerja dan anggaran bersama KKKS guna mencapai target pemerintah.

“Kita ketahui target lifting minyak yang telah ditetapkan tidak berubah dari tahun ini yaitu 705.000 BOPD, untuk memastikan tidak terjadinya penurunan produksi maka SKK Migas berupaya untuk melaksanakan kegiatan yang masif, agresif dan efisien. Kami juga bertekad, tahun 2021 no decline produksi migas nasional," jelas dia.

SKK Migas juga menargetkan akan melakukan 616 kegiatan sumur pengembangan, jumlah ini meningkat 144 persen dari realisasi kegiatan serupa di tahun 2020.

“Untuk kegiatan workover ditargetkan sebanyak 615 sumur dan well service juga meningkat menjadi 26.431 sumur,” ucap Fatar.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X