Keluh Kesah Sri Mulyani di 2020: Terlalu Banyak Duka dan Nestapa...

Kompas.com - 01/01/2021, 12:50 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ketika memberikan keterangan kepada media melalui video conference di Jakarta, Selasa (24/3/2020). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ketika memberikan keterangan kepada media melalui video conference di Jakarta, Selasa (24/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan keluh kesahnya tentang tahun 2020, mulai dari perjuangan tanpa henti melawan Covid-19 hingga beratnya beban APBN memikul tanggung jawab.

Sri Mulyani mengenang tahun 2020 sebagai tahun yang luar biasa, tahun yang banyak orang ingin segera menutupnya karena begitu banyak duka menyelimuti tahun dua angka kembar itu.

Duka-duka itu bermunculan karena sebagian dari masyarakat telah kehilangan pasangan, anggota keluarga, kawan sekerja akibat pandemi Covid-19. Hingga kini, mungkin masih ada teman dan anggota keluarganya yang masih berjuang.

Baca juga: Demi Gratiskan Vaksin, Sri Mulyani Anggarkan Duit APBN Rp 54,4 Triliun

"Tahun 2020 begitu segera ingin kita tutup dan lalui, terlalu banyak duka dan nestapa, sehingga nyaris membuat kita lupa bersyukur. Kita telah tutup tahun dan buku anggaran 2020, namun ancaman Covid-19 belum berlalu," kata Sri Mulyani dikutip dari instagram miliknya, Jumat (1/1/2021).

Tak hanya masyarakat, pemerintah juga merasakan beban serupa. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yang menjadi andalan utama, terpaksa ditekan akan pemulihan ekonomi segera datang.

Wanita yang akrab disapa Ani ini menyebut, APBN sejatinya ditujukan untuk merawat rakyat yang terpapar, mendukung tenaga kesehatan di garis terdepan, dan menyiapkan rumah sakit hingga ruang isolasi.

Berkat stimulus yang digelontorkan dari APBN, pemerintah mencoba membantu rakyat yang kehilangan pencaharian, terhimpit beban hidup, hingga para siswa dan dosen yang masih kesulitan beradaptasi.

"APBN ikut meringankan beban usaha kecil dan dunia usaha yang terpuruk. APBN berkerja sangat keras menahan resesi dan mendongkrak kembali pemulihan ekonomi," ucap Ani.

Kendati demikian, bendahara negara ini mengingatkan, beban APBN harus segera diangkat agar kesehatannya pulih. Tugas ini tentu tidak ringan, mengingat penerimaan negara sedang turun seiring naiknya defisit fiskal yang membebani anggaran di tahun-tahun mendatang.

Keluh kesah, lelah, dan menyerah bukan jawaban. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengajak semua untuk menghapus air mata duka, kerisauan, dan ketakutan dengan kerja keras, ketegaran, kesabaran, keikhlasan, dan keyakinan.

Sebab perjalanan masih panjang, risiko dam kesulitan harus tetap waspadai dan atasi. Ani bilang, ibarat lari sprint namun dengan jarak maraton.

"Tak ada usaha yang sia-sia, tak ada amalan tanpa hasil, tak ada niat dan tekad tak tercatat. Mari kita masuki tahun 2021 dengan tetap menjaga semangat, keteguhan hati, optimis. Namun tetap rendah hati dan tetap bersyukur," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menko Airlangga: Kasus Aktif Covid Turun, Pertumbuhan Belanja Nasional Meningkat

Menko Airlangga: Kasus Aktif Covid Turun, Pertumbuhan Belanja Nasional Meningkat

Whats New
Jelang Penetapan Suku Bunga BI, IHSG Parkir di Zona Merah, Rupiah Menguat

Jelang Penetapan Suku Bunga BI, IHSG Parkir di Zona Merah, Rupiah Menguat

Whats New
THR PNS Dibayar Full H-10 Idul Fitri, Swasta Paling Lambat H-7

THR PNS Dibayar Full H-10 Idul Fitri, Swasta Paling Lambat H-7

Whats New
Dukung RDMP Kilang Jangkah Menengah, PGN Bangun 2 Proyek Ini

Dukung RDMP Kilang Jangkah Menengah, PGN Bangun 2 Proyek Ini

Whats New
Kelola 97 Persen Infrastruktur Gas Bumi, PGN Siapkan Infrastruktur Terintegrasi

Kelola 97 Persen Infrastruktur Gas Bumi, PGN Siapkan Infrastruktur Terintegrasi

Rilis
IHSG Diprediksi Masih Betah di Zona Merah, Berikut Rekomendasi Sahamnya

IHSG Diprediksi Masih Betah di Zona Merah, Berikut Rekomendasi Sahamnya

Whats New
Berakhir 30 April, Pahami Alur Pendaftaran dan Seleksi Sekolah Kedinasan

Berakhir 30 April, Pahami Alur Pendaftaran dan Seleksi Sekolah Kedinasan

Whats New
Update Daftar Bandara AP II yang Buka Layanan Tes GeNose C19

Update Daftar Bandara AP II yang Buka Layanan Tes GeNose C19

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Melihat Tantangan yang Dialami Perempuan Berkarier

[KURASI KOMPASIANA] Melihat Tantangan yang Dialami Perempuan Berkarier

Rilis
Harga Tiket Kereta Api Jakarta-Yogyakarta Terbaru Tahun 2021

Harga Tiket Kereta Api Jakarta-Yogyakarta Terbaru Tahun 2021

Whats New
Bank BCA Buka 5 Lowongan Kerja untuk Lulusan Baru, Cek Syaratnya

Bank BCA Buka 5 Lowongan Kerja untuk Lulusan Baru, Cek Syaratnya

Whats New
Kemenparekraf Segera Rampungkan Aturan Subsidi Ongkir, Ini Bocorannya

Kemenparekraf Segera Rampungkan Aturan Subsidi Ongkir, Ini Bocorannya

Whats New
Apa Itu Asuransi Unit Link: Definisi, Cara Kerja, Risiko dan Contohnya

Apa Itu Asuransi Unit Link: Definisi, Cara Kerja, Risiko dan Contohnya

Spend Smart
Bali Masuk Zona Merah Penyebaran Covid-19, Bagaimana Rencana Pembukaan Kawasan Wisata?

Bali Masuk Zona Merah Penyebaran Covid-19, Bagaimana Rencana Pembukaan Kawasan Wisata?

Whats New
Pemerintah Dorong Industri Makanan dan Minuman Terapkan Industri 4.0

Pemerintah Dorong Industri Makanan dan Minuman Terapkan Industri 4.0

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X