Riset Bank DBS Indonesia: Selama Pandemi Pelanggan E-commerce Indonesia Naik Menjadi 66 Persen

Kompas.com - 01/01/2021, 17:28 WIB
Ilustrasi artisteerIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank DBS Indonesia dalam risetnya mencatat bahwa pelanggan e-commerce di Indonesia mengalami kenaikan menjadi 66 persen setelah pandemi Covid-19.

Kenaikan angka ini didorong oleh adanya dampak dari pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah tempat yang ada di Indonesia.

Mengutip dari keterangan pers yang diterima oleh Kompas.com, Jumat (1/1/2021), sejak tahun 2019 yang lalu, ada sebanyak 90 persen pengguna internet Indonesia telah melakukan pembelian di e-commerce. Ini menjadikan Indonesia menempati peringkat satu pengguna e-commerce di Asia Tenggara.

Baca juga: Asosiasi E-commerce Yakin Ekonomi RI Bisa Bangkit Lebih Cepat

Masih berdasarkan hasil survei yang sama, kegiatan belanja online juga mengalami kenaikan sebanyak 14 persen, sedangkan belanja di pusat perbelanjaan turun secara signifikan mencapai 24 persen semenjak pandemi Covid-19 menyerang Indonesia.

Sementara sebelum pandemi, ada sebanyak 72 perden responden survei memilih belanja di toko dibandingkan online.

Berdasarkan laporan dari Redseer, Gross Marketing Value (GMV) e-commerce Indonesia meningkat di kuartal kedua tahun ini yang mencapai 10 miliar dollar AS dikarenakan dorongan masyarakat yang berganti ke platform daring untuk belanja produk kebutuhan sehari-hari, seperti kesehatan dan perawatan, bahan makanan, dan Fast-Moving Consumer Goods (FMCG).

Pembelian kebutuhan sehari-hari secara online juga mengakibatkan kegiatan belanja ke pasar tradisional menurun drastis menjadi 30 persen dari sebelumnya sebanyak 52 persen.

Dalam survei tersebut, juga mencatat beberapa responden yang memilih berbelanja di situs web perusahaan dan media sosial naik tipis selama pandemi, masing-masing menjadi 6 persen dan 3 persen. Dengan demikian, perusahaan kini tidak dapat mengabaikan persaingan yang datang dari online.

Survei yang dilakukan Bank DBS Indonesia ini menyarankan agar perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia, mempercepat strategi omni-channel atau memulai kemitraan dengan platform e-commerce yang mapan.

Selain menguntungkan para perusahaan besar yang berjualan melalui e-commerce, minat tinggi berbelanja online juga mempengaruhi pertumbuhan UMKM dan pengusaha mikro.

Membeli produk milik UMKM melalui e-commerce dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menjaga keberlangsungan ekonomi sekaligus menjaga jarak di tengah pandemi.

Sebagai tambahan, survei ini dilakukan kepada lebih dari 500 responden di Pulau Jawa, termasuk Jakarta dan sebagian kecil di luar Pulau Jawa dengan judul Indonesia Consumption Basket.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X