Ongkos Kargo Mahal, Ini Langkah yang Diambil Kemenhub

Kompas.com - 02/01/2021, 16:16 WIB
Ilustrasi kontainer di pelabuhan. SHUTTERSTOCKIlustrasi kontainer di pelabuhan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan sejumlah langkah untuk mengefisiensi biaya kargo atau biaya pengangkutan (freight) peti kemas.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut R. Agus H. Purnomo mengatakan, langkah tersebut perlu diambil secepatnya lantaran biaya kargo secara global selama pandemi Covid-19 naik tajam.

Kenaikan biaya tersebut berpengaruh pada upaya perbaikan kinerja industri pelayaran dan perekonomian nasional.

"Dampaknya, hampir di semua negara harga sea freight dengan kontainer naik signifikan, waktu pelayaran lebih lama, terjadi penumpukan kontainer di pelabuhan, dan bongkar muat di pelabuhan pun lebih lama," kata Agus dalam siaran pers, Sabtu (2/1/2021).

Baca juga: Pesawat N219 Akhirnya Dapat Sertifikat, Kemenhub Langsung Memesan

Agus menuturkan, langkah pertama yang akan dilakukan Kemenhub adalah mengawasi percepatan proses bongkar muat, agar petikemas segera terdistribusi dan kapal bisa berlayar kembali.

"Kami juga akan mempercepat petikemas segera keluar dari pelabuhan sehingga kontainer dapat kembali ke depo dengan cepat," ujar Agus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Agar langkah tersebut lebih efektif, pihaknya berharap kementerian dan lembaga (K/L) negara terkait, melakukan percepatan yang sama.

Adapun operator pelayaran jalur utama (main line operator/MLO) diharapkan tetap dapat memberi ruang muat dari Indonesia untuk tujuan ekspor. Pihaknya berharap MLO dapat menyediakan petikemas 40 High Cube.

Berikutnya, Agus meminta perusahaan pelayaran dalam negeri, khususnya yang tergabung dalam INSA, mengambil peluang untuk memanfaatkan ruang muat pelayaran luar negeri yang berkurang.

"Kami juga mengimbau perusahaan eksportir melakukan subtitusi dengan memakai peti kemas 20 feet," pungkas Agus.

Baca juga: Kemenhub Resmi Umumkan Konsorsium CT Corp sebagai Pemenang Pengelola Patimban

Sebagai informasi, pandemi Covid-19 yang mulai merebak pada Maret lalu membuat mayoritas perusahaan pelayaran mengurangi kegiatan kapal, untuk menekan biaya operasional.

Namun pada Juli, industri ini sudah mulai menggeliat karena China mulai menaikkan frekuensi ekspor.

Hanya saja, aktivitas di China ini tak serta-merta memulihkan industri pelayaran global. Pengiriman kontainer masih terbatas lantaran sejumlah negara masih menjalankan kebijakan penutupan (lockdown).

Sumber daya untuk menjalankan aktivitas bongkar muat pun masih terbatas, sehingga keterlambatan dalam pengiriman dan pengumpulan kontainer kerap terjadi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X