Erick Thohir soal Mobil Listrik: Kita Tidak Perlu Buang Devisa

Kompas.com - 02/01/2021, 18:04 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2020). Dok. Divisi Humas PolriMenteri BUMN Erick Thohir di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2020).

DENPASAR, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendukung penuh Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di Indonesia.

Sebab, mobil listrik dapat meningkatkan ketahanan energi nasional dan mengurangi impor bahan bakar minyak yang selama ini digunakan untuk kendaraan bermotor.

Sebagai informasi, kebutuhan minyak dalam negeri sekitar 1,5 juta barrel/hari. Namun produksi minyak dalam negeri hanya separuh dari kebutuhan. Hal ini menyebabkan Indonesia terus-menerus impor minyak.

Baca juga: RI jadi Negara Pertama di Dunia yang Punya Industri Baterai Mobil Listrik Hulu-Hilir

"Kekurangannya harus diimpor, sebesar Rp 200 triliun per tahun. Sementara mobil listrik sepenuhnya menggunakan energi domestik seperti batubara, gas, air, ataupun EBT. Kita tidak perlu buang devisa,” kata Erick dalam siaran pers, Sabtu (2/1/2021).

Erick menuturkan, penggunaan mobil listrik lebih ramah lingkungan. Emisi CO2 yang dihasilkan lebih sedikit akan membuat target pemerintah dalam pengurangan emisi gas rumah kaca terwujud.

Sementara dari sisi biaya operasional, penggunaan mobil listrik dinilai lebih efisien. PLN bahkan telah menyiapkan diskon untuk tambah daya dan diskon sebesar 30 persen untuk tarif charging mobil listrik di rumah pada malam hari.

Mobil listrik pun 1/5 lebih hemat dari mobil bahan bakar pada umumnya. Jika mobil berbahan bakar butuh Rp 500.000 untuk bensin, mobil listrik hanya membutuhkan Rp 100.000 untuk jarak tempuh yang sama.

“Hanya seperlima dari mobil BBM, sudah diujicoba oleh Komisaris PLN. (Jarak dari) Jakarta-Bali hanya butuh Rp 200.000-an. Kalau dengan mobil biasa, BBM-nya habis sekitar Rp 1,1 juta,” imbuhnya.

Baca juga: PLN Tebar Diskon Listrik, Ini Cara Mendapatkannya!

Sementara itu Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini menjelaskan, pihaknya telah mengoperasikan sekitar 20 unit SPKLU milik perseroan dan 2 unit SPKLU yang menjadi proyek percobaan dengan para mitra. PLN juga meluncurkan platform digital charge.in dalam pengembangan.

Untuk menunjang penggunaan mobil listrik di Tol Trans Jawa, saat ini PLN telah memiliki SPKLU di 4 rest area di Tol Trans Jawa.

“Era kendaraan listrik telah tiba. Kami pastikan penyediaan pasokan listrik dan berbagai infrastruktur kelistrikan seperti SPKLU akan kami siapkan,“ sebut dia.

Baca juga: LG Gelontorkan Rp 137,2 Triliun Bangun Industri Baterai Mobil Listrik di Indonesia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.