Bansos Tunai Akan Diantar Langsung untuk Penerima Lansia, Sakit Berat, dan Disabilitas

Kompas.com - 04/01/2021, 16:29 WIB
Hari pertama berdinas sebagai Menteri Sosial, Tri Rismahirini alias Risma menemui seorang pemulung di kawasan aliran Sungai Ciliwung, belakang kantor Kementerian Sosial. TRIBUNNEWS.com/TAUFIK ISMAILHari pertama berdinas sebagai Menteri Sosial, Tri Rismahirini alias Risma menemui seorang pemulung di kawasan aliran Sungai Ciliwung, belakang kantor Kementerian Sosial.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada hari ini, Senin (4/1/2021), meluncurkan bantuan sosial (bansos) tunai kepada 10 juta orang yang termasuk dalam Program Keluarga Harapan (PKH).

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengatakan, penerima bansos yang sakit berat, penyandang disabilitas, dan lanjut usia akan dibantu menerima bantuan tersebut. Dalam hal ini, bank-bank penyalur serta PT Pos Indonesia akan mengantarkan langsung kepada para penerima tersebut.

"Begitu juga dengan bansos tunai, penyerahan bantuannya akan dilakukan oleh PT Pos Indonesia juga akan mengantarkan langsung ke tempat tinggal masing-masing keluarganya," ujar Risma dalam peluncuran tersebut yang ditayangkan melalui channel Sekretariat Presiden, Senin (4/1/2021).

Baca juga: Jamin Prinsip Kehati-hatian, Kemenkop UKM Beberkan Proses Penyaluran BLT UMKM

Risma menambahkan, bansos tersebut akan diberikan tiap tiga bulan sekali, mulai Januari, April, Juli, dan Oktober. Dia mengingatkan, bansos yang diberikan sebesar Rp 300.000 ini harus dimanfaatkan dengan bijak.

"Manfaat apa saja yang bisa digunakan agar bijak dan tepat? Seperti peningkatan kesehatan keluarga, peningkatan pendidikan anak, modal dasar usaha, dan sebagian untuk ditabung," ucapnya.

Bantuan tunai senilai Rp 300.000 per bulan per KK yang diberikan kepada mereka di luar penerima PKH dan Kartu Sembako bisa dimanfaatkan pembelian kebutuhan bahan pokok dan makanan.

Mantan Wali Kota Surabaya ini kembali menegaskan, dua kategori yang dilarang untuk dibeli menggunakan bansos tersebut, yaitu minuman beralkohol dan rokok.

 

Baca juga: Bansos Sembako di Jabodetabek Berubah Jadi Uang Tunai Per Januari 2021

"Kemudian, kami sampaikan juga larangan semua bantuan untuk dibelikan rokok dan minuman keras," kata dia.

Sebagaimana diketahui, pemerintah melalui Kementerian Sosial mulai menyalurkan bantuan sosial bagi masyarakat yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19).

Adapun tiga bansos yang mulai dicairkan pada hari ini meliputi Program Keluarga Harapan (PKH), Program Sembako, dan Bantuan Sosial Tunai (BST). Total, ada sekitar 38,8 juta penerima untuk ketiga bantuan itu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X