Harga Batu Bara Acuan Januari 2021 Menguat 27,14 Persen, Ini Penyebabnya

Kompas.com - 04/01/2021, 17:30 WIB
Ilustrasi batubara. Shutterstock/Vladyslav TrenikhinIlustrasi batubara.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menetapkan harga jual beli batu bara acuan Januari 2021 pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB Vessel) sebesar 75,84 dollar AS per ton.

Harga tersebut mengalami penguatan sebsar 27,14 persen dari Desember 2020, yakni sebesar 59,65 dollar AS per ton.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan, penguatan tersebut menunjukkan keberlanjutan tren positif pergerakan harga batu bara acuan.

Baca juga: Soal Penghapusan Premium, Ini Kata Menteri ESDM

Menurutnya, faktor utama tren penguatan tersebut ialah mulai pulihnya perekonomian di berbagai negara, utamanya China yang merupakan mitra dagang utama Indonesia.

"Setelah hampir setahun adanya keterbatasan aktivitas ekonomi, pasar mulai bergerak pulih terutama di Tiongkok," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (4/1/2021).

Selain itu, munculnya ketegangan antara China dan Australia juga disebut memperkuat hubungan dagang batu bara Indonesia dengan Negeri Tirai Bambu itu.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sentimen ini yang memperkuat," ujarnya.

Dengan adanya penguatan tersebut, HBA sudah mulai bergerak menuju level psikologis, setelah sepanjang tahun 2020 akibat pandemi Covid-19 lebih banyak mengalami pelemahan ke level terendah.

"Rata-rata HBA di tahun 2020 hanya sebesar 58,17 dollar AS per ton dan menjadi yang terendah sejak 2015," ujar Agung.

Baca juga: Soal Penghapusan Premium, Ini Kata Menteri ESDM

Agung menjabarkan, tren pelemahan harga batu bara mulai terjadi pada perdagangan April 2020, di mana puncaknya pada September 2020, HBA berada di level 49,42 dollar AS per ton.

Namun pada bulan berikutnya, atau Oktober 2020, HBA mulai menunjukan tren pemulihan, dengan berada di level 51 dollar AS per ton, kemudian November 55,71 dollar AS per ton, dan Desember 59,65 dollar AS per ton.

"Supply dan demand tetap menjadi faktor perubahan (harga) utama di luar Covid-19 yang belum sepenuhnya terkendali," ucap Agung.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X