Masih Ada Risiko Covid-19, Ekonomi RI Diproyeksi Hanya Tumbuh 4,4 Persen

Kompas.com - 06/01/2021, 12:32 WIB
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi THINKSTOCKSIlustrasi pertumbuhan ekonomi

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Dunia memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini di kisaran 4,4 persen.

Angka tersebut lebih rendah dibanding dengan target pemerintah di dalam APBN 2021 yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi bakal berada di kisaran 4,5 persen hingga 5,5 persen.

Dalam laporan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global edisi Januari 2021, Bank Dunia menyatakan Indonesia bersama dengan Filipina merupakan dua negara dengan angka infeksi yang masih cukup tinggi bila dibandingkan dengan negara lain di kawasan Asia Timur dan Pasifik.

Baca juga: Bank Dunia Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global 2021 Capai 4 Persen

"Meski persebaran pandemi mulai melambat di beberapa wilayah, tingkat infeksi masih cukup tinggi di Indonesia dan Filipina, serta ada pula negara yang dalam beberapa waktu belakang mengalami peningkatan (angka penularan), yakni Malaysia," jelas Bank Dunia seperti dikutip dari laporan tersebut, Rabu (6/1/2021).

Lembaga internasional tersebut menyebutkan, perekonomian di seluruh kawasan Asia Timur dan Pasifik bakal tumbuh sebesar 7,4 persen tahun ini.

Hal itu didukung oleh laju perekonomian China yang mengalami rebound atau pemulihan yang cukup kuat tahun ini.

Menurut bank Dunia, proses vaksinasi yang efektif serta peningkatan kepercayaan baik secara global dan regional bakal mendukung oemulihan baik dari sisi konsumsi dan perdagangan.

"Namun demikian, meski pandemi mulai melemah dan terjadi pemulihan permintaan domestik dan global, aktivitas regional diprediksi masih di bawah tren sebelum pandemi pada akhir 2021. Hal itu mencerminkan dampak jangka panjang yang disebabkan oleh pandemi," jelas Bank Dunia.

Ekonomi China tahun ini diproyeksi bakal tumbuh 7,9 persen. Negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik yang diproyeksi perekonomiannya bisa tumbuh cukup tinggi tahun ini adalah Vietnam.

Baca juga: Bank Danamon Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2021 Capai 3,4 Persen

Bank Dunia memperkirakan, Vietnam bakal tumbuh 6,7 persen lantaran berhasil menangani pandemi dengan ongkos ekonomi yang cenderung rendah.

Sementara untuk Thailand, pertumbuhan ekonomi tahun ini diproyeksi bakal tumbuh 4 persen, dan Filipina sebesar 5,9 persen.

"Namun demikian, proses pemulihan masih cukup rapuh, dan dengan adanya beberapa risiko dapat menggagalkan proses pemulihan yang telah diproyeksi," jelas Bank Dunia.

"Bila distribusi vaksin ditunda dan pemulihan ekonomi global lebih lemah dari yang diperkirakan, maka pertumbuhan ekonomi regional (Asia Timur dan Pasifik) bakal menjadi 5,4 persen di 2021," tulis mereka.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KURASI KOMPASIANA] Melihat Hubungan Ayah dan Anak Perempuannya Lebih Dalam

[KURASI KOMPASIANA] Melihat Hubungan Ayah dan Anak Perempuannya Lebih Dalam

Rilis
Hotman Paris Jor-joran Cairkan Deposito untuk Beli Saham Holywings

Hotman Paris Jor-joran Cairkan Deposito untuk Beli Saham Holywings

Whats New
Menaker Ancam Perusahaan Yang Tak Bayar THR akan Dikenai Sanksi Tegas

Menaker Ancam Perusahaan Yang Tak Bayar THR akan Dikenai Sanksi Tegas

Rilis
Ini Alasan Nikita Mirzani Beli Saham Holywings Hingga Miliaran Rupiah

Ini Alasan Nikita Mirzani Beli Saham Holywings Hingga Miliaran Rupiah

Whats New
Jelang Lebaran, BPH Migas Minta Pertamina Jaga Pasokan BBM di Sumbagsel

Jelang Lebaran, BPH Migas Minta Pertamina Jaga Pasokan BBM di Sumbagsel

Whats New
Lindungi Konsumen dan Industri, Kemenperin Dorong Penerapan SNI untuk Perhiasan

Lindungi Konsumen dan Industri, Kemenperin Dorong Penerapan SNI untuk Perhiasan

Rilis
Hotman Paris Targetkan Holywings Punya 100 Outlet dan IPO di Bursa

Hotman Paris Targetkan Holywings Punya 100 Outlet dan IPO di Bursa

Whats New
AirNav Pastikan Video Viral yang Menampilkan Penerbangan Berisi WNA Hoaks

AirNav Pastikan Video Viral yang Menampilkan Penerbangan Berisi WNA Hoaks

Whats New
Terjebak di Skala Kecil, Koperasi Perlu Merger dan Amalgamasi

Terjebak di Skala Kecil, Koperasi Perlu Merger dan Amalgamasi

Whats New
Lonjakan Kunjungan ke Pusat Perbelanjaan Diramal Bakal Terjadi Saat Libur Lebaran

Lonjakan Kunjungan ke Pusat Perbelanjaan Diramal Bakal Terjadi Saat Libur Lebaran

Whats New
PLN akan Bangun Pembangkit EBT Setelah Program 35.000 MW Selesai

PLN akan Bangun Pembangkit EBT Setelah Program 35.000 MW Selesai

Whats New
Jelang Lebaran, BCA Siapkan Uang Tunai Rp 53 Triliun

Jelang Lebaran, BCA Siapkan Uang Tunai Rp 53 Triliun

Whats New
Kanwil DJP Nusa Tenggara Serahkan Tersangka Kasus Tindak Pidana Perpajakan

Kanwil DJP Nusa Tenggara Serahkan Tersangka Kasus Tindak Pidana Perpajakan

Rilis
Cerita Inspiratif UMKM Asal Jepara Sukses Ekspor Produk Lokal lewat Program Ekspor Shopee

Cerita Inspiratif UMKM Asal Jepara Sukses Ekspor Produk Lokal lewat Program Ekspor Shopee

Smartpreneur
Pertamina Lanjutkan Pembayaran Ganti Rugi Insiden Kilang Balongan

Pertamina Lanjutkan Pembayaran Ganti Rugi Insiden Kilang Balongan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X