Ingin BUMN Mendunia, Erick Thohir: Pintar Saja Tidak Cukup, tapi Harus Berakhlak

Kompas.com - 06/01/2021, 20:56 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir  (kanan) dan Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin berjalan keluar dari pintu belakang Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Rabu (7/7/2020). Kehadiran Menteri Erick untuk berdiskusi terkait Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). ANTARA FOTO/Adam Bariq/app/aww.
 ANTARA FOTO/ADAM BARIQMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (kanan) dan Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin berjalan keluar dari pintu belakang Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Rabu (7/7/2020). Kehadiran Menteri Erick untuk berdiskusi terkait Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). ANTARA FOTO/Adam Bariq/app/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meluncurkan buku berjudul Akhlak Untuk Negeri.

Buku ini diharapkan bisa menjadi pedoman para direksi BUMN untuk mengembangkan perusahaan milik negara.

“Akhlak berarti khuluk, yang berarti tingkah laku atau pembawaan karakter diri sendiri. Prinsip yang saya yakini, akhlak jadi pilar organisasi. Prinsip inilah yang saya ingin terapkan ke tim yang saya pimpin,” ujar Erick dalam peluncuran buku tersebut, Rabu (6/1/2021).

Baca juga: Erick Thohir: Pandemi Covid-19 Bangunkan RI dari Tidur Panjang

Mantan bos Inter Milan itu menjelaskan, AKHLAK merupakan singkatan dari Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

Dia pun berharap agar slogan ini bisa menjadi dasar untuk memajukan BUMN lebih baik lagi.

Bahkan, Erick ingin BUMN bisa mendunia.

“AKHLAK jadi dasar kesuksesan yang kita harapkan. BUMN tidak jago kandang, tapi juga mendunia. Kenapa kita tidak? Tentu sebelum ke sana, kita harus jaga reputasi BUMN dan manfaat bagi kemakmuran rakyat,” kata dia.

Menurut Erick, BUMN mempunyai cukup modal untuk merambah ke pasar internasional.

Baca juga: Erick Thohir Minta Direksi BUMN Mau Jadi Mentor Bagi Generasi Muda

Misalnya, BUMN mempunyai sumber daya manusia yang mumpuni untuk mewujudkan hal tersebut.

“BUMN tidak pernah kekurangan orang pintar. Seperti senior saya Pak Tanri Abeng dan Pak Dahlan Iskan. Tapi, pintar saja tidak cukup, tapi juga dasarnya akhlak sebagi core value,” ungkap Erick.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X