Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Integrasikan Pelabuhan Patimban dan Tanjung Priok, Menhub: Kita Bisa Kalahkan Singapura

Kompas.com - 07/01/2021, 14:35 WIB
Rully R. Ramli,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah tengah fokus mengembangkan Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat. Pelabuhan yang telah diresmikan pada Desember lalu itu ditargetkan mampu menjadi pelabuhan berstandar internasional.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan, seluruh pembangunan Pelabuhan Patimban dapat rampung pada 2027. Pelabuhan yang digadang-gadang jadi terbesar di Indonesia itu akan memiliki kapasitas sebesar 7,5 juta TEUs.

Budi mengklaim, nantinya apabila Pelabuhan Patimban dan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, disinergikan, maka kapasitasnya dapat mengalahkan dua pelabuhan paling sibuk di dunia, yakni Pelabuhan Shanghai dan Pelabuhan Singapura.

Baca juga: Kata Luhut, Ini Sederet Manfaat Pelabuhan Patimban

"Ke depan Patimban ini bisa jadi pelabuhan internasional yang mampu melayani peti kemas 7,5 juta TEUs. Saya yakin bahwa apabila itu terjadi, dan kita mensinergikannya dengan Tanjung Priok maka kita bisa menyamai, bahkan mengalahkan Shanghai dan Singapura," tuturnya dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (7/1/2021).

Lebih lanjut, mantan direktur utama PT Angkasa Pura II (Persero) itu, menyebutkan, satu kelebihan yang dimiliki oleh Pelabuhan Patimban ialah, lokasinya yang berdekatan dengan kawasan industri Jawa Barat, sehingga mampu menjadi penghubung dengan aktifitas perdagangan nasional maupun internasional.

"Dengan kata lain, Patimban sebagai work connecting port," katanya.

Selain itu, Pelabuhan Patimban diproyeksi menjadi pelengkap fungsi Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati di Majalengka.

"Diharapkan bisa stimulir arus barang jasa dan logistik dari kawasan aglomerasi industri Rebana, mulai dari Cirebon, Patimban dan juga kawasan industri di sekitarnya," ucap Budi.

Sebagai informasi, pembangunan Pelabuhan Patimban dilaksanakan dalam 3 tahap. Tahap pertama, Pelabuhan Patimban direncanakan akan dapat melayani 3.75 juta TEUs peti kemas.

Tahap kedua, kapasitas pelayanan akan meningkat menjadi 5.5 Juta TEUs dan pada tahap ketiga akan meningkat kembali hingga 7 juta TEUs.

Baca juga: Kemenhub Resmi Umumkan Konsorsium CT Corp sebagai Pemenang Pengelola Patimban

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Menko Airlangga soal Kondisi Geopolitik Global: Belum Ada Apa-apa, Kita Tenang Saja...

Menko Airlangga soal Kondisi Geopolitik Global: Belum Ada Apa-apa, Kita Tenang Saja...

Whats New
Pasar Perdana adalah Apa? Ini Pengertian dan Alur Transaksinya

Pasar Perdana adalah Apa? Ini Pengertian dan Alur Transaksinya

Work Smart
Apa Dampak Konflik Iran-Israel ke Industri Penerbangan Indonesia?

Apa Dampak Konflik Iran-Israel ke Industri Penerbangan Indonesia?

Whats New
HUT Ke-35 BRI Insurance, Berharap Jadi Manfaat bagi Masyarakat

HUT Ke-35 BRI Insurance, Berharap Jadi Manfaat bagi Masyarakat

Rilis
Menperin Siapkan Insentif untuk Amankan Industri dari Dampak Konflik Timur Tengah

Menperin Siapkan Insentif untuk Amankan Industri dari Dampak Konflik Timur Tengah

Whats New
Respons Bapanas soal Program Bantuan Pangan Disebut di Sidang Sengketa Pilpres

Respons Bapanas soal Program Bantuan Pangan Disebut di Sidang Sengketa Pilpres

Whats New
Freeport Indonesia Catat Laba Bersih Rp 48,79 Triliun pada 2023, Setor Rp 3,35 Triliun ke Pemda Papua Tengah

Freeport Indonesia Catat Laba Bersih Rp 48,79 Triliun pada 2023, Setor Rp 3,35 Triliun ke Pemda Papua Tengah

Whats New
KPLP Kemenhub Atasi Insiden Kebakaran Kapal di Perairan Tanjung Berakit

KPLP Kemenhub Atasi Insiden Kebakaran Kapal di Perairan Tanjung Berakit

Whats New
Wamenkeu Sebut Suku Bunga The Fed Belum Akan Turun dalam Waktu Dekat

Wamenkeu Sebut Suku Bunga The Fed Belum Akan Turun dalam Waktu Dekat

Whats New
PNS yang Dipindah ke IKN Bisa Tempati Apartemen Mulai September

PNS yang Dipindah ke IKN Bisa Tempati Apartemen Mulai September

Whats New
RMKE: Ekspor Batu Bara Diuntungkan dari Pelemahan Rupiah

RMKE: Ekspor Batu Bara Diuntungkan dari Pelemahan Rupiah

Whats New
Antisipasi Darurat Pangan di Papua Selatan, Kementan Gencarkan Optimasi Lahan Rawa di Merauke

Antisipasi Darurat Pangan di Papua Selatan, Kementan Gencarkan Optimasi Lahan Rawa di Merauke

Whats New
Erick Thohir Minta Pertamina hingga MIND ID Borong Dollar AS, Kenapa?

Erick Thohir Minta Pertamina hingga MIND ID Borong Dollar AS, Kenapa?

Whats New
Nasabah Kaya Perbankan Belum 'Tersengat' Efek Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

Nasabah Kaya Perbankan Belum "Tersengat" Efek Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

Whats New
Apa Saja Penyebab Harga Emas Naik Turun?

Apa Saja Penyebab Harga Emas Naik Turun?

Work Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com