Dorong Startup IPO, BEI Persiapkan Regulasi

Kompas.com - 07/01/2021, 16:05 WIB
Ilustrasi : Bursa Efek Indonesia KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi : Bursa Efek Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.comBursa Efek Indonesia (BEI) terus mendorong perusahaan-perusahaan rintisan (startup) untuk melakukan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) untuk melantai di bursa.

Bahkan, startup e-commerce dengan valuasi besar sudah memberikan sinyal akan segera masuk ke pasar modal Indonesia.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa, I Gede Nyoman Yetna, mengungkapkan pihaknya tengah melakukan penjajakan guna mempersiapkan peraturan yang sesuai dan memudahkan bagi startup yang akan IPO maupun calon investornya.

Baca juga: Bergerak Liar, Saham Adhi Karya dan Jasnita Telekomindo Kena Suspensi BEI

“Sedang kita lakukan penjajakan bagaimana kita (BEI) menyiapkan peraturan-peraturan yang dapat pertama memberikan kemudahan bagi e-commerce (untuk IPO) dan kedua adalah bagaimana memproteksi bagaimana kepentingan investor,” ujar Nyoman dalam video #TanyaIDX di Jakarta, awal pekan ini.

Nyoman menambahkan, hal tersebut juga termasuk disclosure sehingga para investor yang akan berpartisipasi sudah sadar terkait dengan risiko dan mengetahui karakteristik yang menarik dari perusahaan rintisan yang akan melantai.

Karakteristik dari e-commerce tersebut yakni bagaimana investor, regulator, shifting, dan persepsi investor terkait dengan perusahaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Sebagai contoh, seperti pada perusahaan konvensional, umumnya investor akan melihat bottom line, melihat laba. Namun, karakteristik perusahaan-perusahaan e-commerce dan teman-temannya berbeda dengan melihat bagaimana growth opportunity itu akan ditunjukkan,” jelas Nyoman.

Baca juga: Ditegur BEI Terkait Saham MCAS, Raffi Ahmad: Itu Bukan Endorse

Untuk itu, dengan karakteristik yang berbeda antara perusahaan konvensional dengan e-commerce, maka menurutnya semua pihak harus belajar kembali dalam melihat performa perusahaan tersebut.

“Untuk perusahaan-perusahaan yang memiliki karakteristik khusus kita mesti belajar lagi melihat performance bukan hanya dari bottom line tapi growth opportunity. Dalam periode waktu tertentu 5-7 tahun lagi, bottom line masih belum hijau, namun growth opportunity yang akan ditunjukkan oleh perusahaan tersebut akan lebih promising,” tegas Nyoman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.