Mentan Jamin Kestabilan Pasokan dan Harga Kedelai dengan 3 Cara Ini

Kompas.com - 07/01/2021, 20:22 WIB
Mentan Syahrul Yasin Limpo saat memberikan sambutan pada acara pelepasan ekspor komoditas pertanian di PT Bio Cycle Indo, Jalan Garuda Sakti, Kabupaten Kampar, Riau, Jumat (4/12/2020). Dok. Pemprov RiauMentan Syahrul Yasin Limpo saat memberikan sambutan pada acara pelepasan ekspor komoditas pertanian di PT Bio Cycle Indo, Jalan Garuda Sakti, Kabupaten Kampar, Riau, Jumat (4/12/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyatakan, pihaknya berupaya menjaga kestabilan pasokan dan harga kedelai di pasaran.

Setidaknya, ada tiga agenda yang akan dilakukan Kementan.

Pertama, agenda SOS atau tanggap darurat.

Baca juga: Pedagang Nilai Langkanya Tahu dan Tempe karena Minimnya Pengawasan Pemerintah

Dalam 100 hari, Kementan melakukan gerakan operasi pasar untuk stabilisasi harga kedelai menjadi Rp 8.500 per kilogram.

Sebelumnya, harga kedelai mencapai Rp 9.300- Rp 9.600 per kilogram.

Gerakan stabilisasi tersebut berdasarkan kesepakatan bersama antara Asosiasi Kedelai Indonesia (Akindo) dan Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dengan hal ini sehingga ada keseragaman (harga), minimal pasokan kedelai tidak terganggu. Kami berharap 100 hari kondisi (harga kedelai) bisa dinormalkan," kata Syahrul di wilayah produksi tahu-tempe Semanan, Jakarta, Kamis (7/1/2021).

Kedua, agenda temporary system yakni dalam 200 hari ke depan meningkatkan produktivitas kedelai lokal.

Baca juga: Stabilkan Harga dan Pasokan, Kini Kedelai Dijual Rp 8.500 per Kg

Targetnya untuk menekan ketergantungan Indonesia terhadap kedelai impor.

Syahrul menjelaskan, pada agenda ini, dalam 100 hari pertama Kementan akan melakukan persiapan untuk perluasan penanam kedelai, terutama menyiapkan bibitnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.