Indef Prediksi Pengangguran Bertambah 1,1 Juta Orang akibat Pandemi pada 2021

Kompas.com - 08/01/2021, 09:46 WIB
Ilustrasi pengangguran shutterstock.comIlustrasi pengangguran

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonom senior Indef Didik J Rachbini memperkirakan angka pengangguran di tahun 2021 ini akan bertambah sebanyak 3,6 juta orang.

 

Tak hanya akibat pandemi, tapi juga banyak angkatan kerja baru yang tidak terserap.

"Pada tahun 2021, terdapat pengangguran tambahan sebesar 1,1 juta orang sebagai akibat Covid-19 dan sekitar 2,6 juta orang angkatan kerja baru yang tidak terserap sehingga tambahan pengangguran totalnya tahun 2021 sebesar 3,6 juta orang," kata Didik melalui keterangan tertulis, dikutip Jumat (8/1/2021).

Baca juga: Kaleidoskop 2020: Ikhtiar Pemerintah Atasi Lonjakan PHK dan Pengangguran

Dengan bertambahnya angka pengangguran, maka dipastikan akan berdampak terhadap proses pemulihan ekonomi.

Tak hanya itu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) meningkat hampir dua kali lipat sebesar 7,8 persen atau 10,4 juta jiwa.

Didik menilai, di balik tingkat pengangguran tersebut, masih ada pengangguran terselubung yang jumlahnya dua kali lipat.

"Yang lebih memprihatinkan adalah robohnya pilar industri bahkan sebelum pandemi. Pada masa pandemi sektor industri lebih terpuruk lagi penyerapan tenaga kerja baru masih sangat terbatas," ujar Didik. 

Selain itu, menurut Didik, industri akan cenderung mempekerjakan tenaga kerja yang sebelumnya dirumahkan atau dikurangi jam kerjanya.

Baca juga: Pandemi Munculkan Banyak Pengangguran, Presiden Serikat Buruh Sebut Kartu Prakerja Jadi Solusinya

Seiring dengan prediksi tingkat pengangguran yang meningkat, nantinya akan muncul penduduk miskin baru, khususnya berasal dari kelompok di atas garis kemiskinan.

Didik menilai, cara satu-satunya atasi melonjaknya angka pengangguran dan tingkat kemiskinan adalah program perlindungan sosial yang merupakan program dari Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

"Perkiraan tingkat kemiskinan 10,5 persen. Tetapi jumlah penduduk yang hampir miskin (near poor) masih jauh lebih banyak dari angka kemiskinan dengan garis batas kemiskinan yang rendah," kata dia.

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat pada bulan Agustus 2020, angka pengangguran Indonesia mencapai 9,77 juta jiwa.

Sementara TPT pada periode tersebut mengalami kenaikan 5,23 persen menjadi 7,07 persen, naik sebesar 2,67 juta.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X